Pendidikan

Tugas dan Fungsi Komite Sekolah Menurut Permendikbud

Uraian Tugas komite sekolah – Komite sekolah adalah suatu institusi penting yang dibentuk guna menjadi mitra sekolah dalam mengembangkan sekolah. Komite sekolah...

Written by andra · 3 min read >
uraian tugas komite sekolah

Uraian Tugas komite sekolah – Komite sekolah adalah suatu institusi penting yang dibentuk guna menjadi mitra sekolah dalam mengembangkan sekolah. Komite sekolah ini merupakan representasi dari komunitas sekolah yang digunakan untuk menyuarakan keinginan para orang tua siswa dan pihak-pihak lain ke sekolah. Di bawah ini adalah tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) komite sekolah lengkap.

Pengertian Komite Sekolah

Permendikbud  75 tahun 2016,  Komite sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua / wali murid, komunitas sekolah serta sejumlah tokoh masyarakat yang peduli dengan pendidikan.

Komite sekolah merupakan lembaga pengganti Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3). Dimana pada institusi komite sekolah ini lebih memfokuskan pada pengoptimalan peran serta masyarakat dalam mendukung dan mewujudkan mutu pendidikan.

Komite Sekolah menurut (Kepmendiknas nomor : 044/U/2002) adalah lembaga mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan didalam satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah , maupun jalur pendidikan di luar sekolah.

Latar Belakang Komite Sekolah

beberapa tugas komite sekolah

Komite sekolah diatur dengan Permendikbud ( Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan) Nomor 75 tahun 2016 mengenai Komite Sekolah yang ditetapkan pada tanggal 30 Desember 2016.  Penetapan Permendikbud Tentang Komite Sekolah adalah bahwa untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, perlu dilaksanakan revitalisasi tugas komite sekolah berdasarkan prinsip gotong royong.

Awal mulanya, komite sekolah dibentuk berdasarkan atas keputusan menteri nasional No.014/U/2002 tanggal 2 april 2002, maka Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3) dinyatakan tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya, dibentuklah komite sekolah atas prakarsa masyarakat.

UUSPN No.20 tahun 2003 pasal 56 ayat 3 menyatakan bahwa komite sekolah / madrasah adalah sebagai lembaga mandiri yang dibentuk dan berfungsi dalam peningkatan mutu pelayanan,  memberikan pertimbangan staf, , sarana prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

Jadi, komite sekolah harus mampu meyakinkan orang tua siswa, pemerintah setempat, dunia usaha dan masyarakat luas bahwa sekolah tersebut sebagai lembaga pendidikan yang dapat dipercaya. Penyusunan komite sekolah ini harus merupakan pengembangan kekayaan filosofis masyarakat secara kolektif.

Artinya bahwa komite sekolah mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagai bentuk kewenangan (power sharing and advocacy model) dan kemitraan (partnership model)  yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan pendidikan.

Tujuan Komite Sekolah

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 44/U/2002 tentang Komite Sekolah, bahwa tujuan dari pembentukan komite sekolah antara lain untuk :

  • Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam menciptakan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan
  • Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan
  • Mewujudkan suasana dan kondisi transparan, akuntable dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan.

Permendikbud 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah

TUGAS DAN FUNGSI KOMITE SEKOLAH

Uraian Tugas Utama Komite Sekolah

  1. Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan beberapa kebijakan pendidikan yang terkait dengan :
    • Kebijakan dan program sekolah
    • Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah / Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RAPBS / RKAS)
    • Menyusun anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART)
    • Kriteria kinerja sekolah
    • Kriteria fasilitas pendidikan di Sekolah
    • Kriteria kerjasama sekolah dengan pihak lain
  1. Melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat luas baik dari perorangan/organisasi/dunia usaha/ dunia industry maupun pemangku kepentingan lainnya.
  2. Mengawasi pelaksanaan pelayanan pendidikan di Sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi dari peserta didik, orangtua/wali, dan masyarakat serta hasil pengamatan Komite Sekolah sendiri atas kinerja pelayanan pendidikan di sekolah.

Fungsi dari Komite Sekolah

  • Memberikan dukungan kepada pendidikan sekolah berupa tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.
  • Membangkitkan rasa perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
  • Komite sekolah berfungsi dalam peningkatan mutu dan kualitas pelayanan pendidikan.

Komite Sekolah menjalankan berbagai fungsi di atas secara gotong royong, demokratis, mandiri, professional dan akuntabel.

Peran Komite Sekolah

Pembentukan komite sekolah harus memiliki distribusi peran yang sesuai dengan posisi dan otonomi yang ada.

  • Sebagai lembaga pemberi, yaitu memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di satuan pendidikan.
  • Sebagai lembaga pendukung, yaitu mendukung baik berupa finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.
  • Sebagai lembaga pengendali, yaitu dalam rangka menghadirkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan di satuan pendidikan.
  • Sebagai mediator, yaitu antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan.

Organisasi dan Administrasi Komite Sekolah

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Keanggotaan Komite Sekolah, antara lain :

  1. Anggota komite sekolah terdiri atas beberapa unsur :
    • Orang tua / wali peserta didik yang masih aktif pada sekolah yang bersangkutan
    • Tokoh masyarakat
    • Pakar pendidikan
    • Pelaku dunia usaha / industri
  1. Anggota sekolah berjumlah minimal 5 (lima) orang dan maksimal 15 (lima belas) orang
  2. Anggota komite sekolah tidak boleh berasal dari unsur :
    • Pendidik dan tenaga kependidikan yang aktif dari sekolah yang bersangkutan
    • Penyelenggara aktif dari sekolah yang bersangkutan
    • Pemerintah desa setempat
    • Forum koordinasi pimpinan kecamatan
    • Forum koordinasi pimpinan daerah
    • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
    • Pejabat Pemerintah / Pemerintah Daerah yang membidangi pendidikan
  1. Kepengurusan Komite Sekolah terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara yang dipilih oleh anggotanya secara musyawarah mufakat atau melalui pemungutan suara.
  2. Keanggotaan Komite Sekolah telah berakhir apabila :
    • Mengundurkan diri
    • Meninggal dunia
    • Tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap
    • Dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan atau kriminal.

Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Komite Sekolah

  1. Komite Sekolah melaksanakan seluruh fungsi dan tugasnya melalui koordinasi dan konsultasi dengan Dewan Pendidikan Provinsi / Dewan Pendidikan Kabupaten / Kota, DInas Pendidikan Provinsi / Kabupaten / Kota dan pemangkau kepentingan laiinnya.
  2. Dalam menjalankan fungsi dan tugasnya komite sekolah senantiasa berkoordinasi dengan sekolah yang bersangkutan.

Larangan Komite Sekolah

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh Komite Sekolah sebagaimana telah dijelaskan dalam Permendikbud 75 tahun 2016, antara lain Komite sekolah dilarang :

  • Menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.
  • Melakukan pengutan biaya dari peserta didik atau orangtua/wali
  • Mencederai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik secara langsung maupun tidak langsung
  • Mencederai integritas seleksi penerimaan peserta didik baru secara langsung maupun tidak langsung.
  • Melaksanakan sejumlah kegiatan lain yang dapat mencederai integritas sekolah yang bersangkutan secara langsung maupun tidak langsung.
  • Mengambil atau menyiasati keuntungan secara ekonomi dari pelaksanaan kedudukan, tugas dan fungsi komite sekolah
  • Memanfaatkan asset sekolahn untuk kepentingan pribadi maupun kelompok
  • Melakukan kegiatan politik praktis di sekolah
  • Mengambil keputusan atau tindakan melebihi kedudukan, tugas dan fungsi komite sekolah yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan.

Kewajiban Komite Sekolah

Adapun beberapa kewajiban Komite Sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya antara lain :

  • Komite Sekolah wajib menyampaikan laporan kepada orangtua/wali peserta didik, masyarakat, dan Kepala Sekolah melalui pertemuan yang diadakan secara berkala dan rutin minimal satu kali dalam satu semester.
  • Laporan di atas berupa laporan kegiatan komite sekolah dan laporan hasil perolehan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya.

Pada kenyataannya, saat ini keberadaan komite sekolah pada umumnya seperti antara ada dan tiada. Lembaga komite sekolah ini memang secara tertulis ada, namun sayangnya peran, tugas serta fungsinya telah sangat jauh dari tujuan awal pembentukan komite sekolah yang sesuai dengan keputusan menteri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *