Pendidikan

Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah Menurut Permendikbud

Tugas dan fungsi Kepala Sekolah – Kepala Sekolah merupakan pejabat yang memiliki peran penting terhadap kemajuan sebuah satuan pendidikan (sekolah) dalam meraih...

Written by andra · 5 min read >
tugas kepala sekolah

Tugas dan fungsi Kepala Sekolah – Kepala Sekolah merupakan pejabat yang memiliki peran penting terhadap kemajuan sebuah satuan pendidikan (sekolah) dalam meraih visi dan misi sekolah tersebut. Orang yang memegang jabatan kepala sekolah adalah pemimpin dalam sekolah tersebut. Di bawah ini adalah uraian tugas dan fungsi Kepala Sekolah  berdasarkan Permendikbud.

Pengertian Kepala Sekolah

Kepala Sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang memperoleh tugas untuk memimpin suatu satuan pendidikan (sekolah) dimana diselenggarakan proses belajar mengajar. Kepala sekolah juga merupakan seorang yang berada di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya peningkatan mutu pembelajaran maupun pendidikan di sekolah yang ia pimpin.

Agar suatu sekolah mampu mencapai visi dan misinya dengan efektif dan efisien maka Kepala Sekolah harus melaksanakan berbagai tugas dan fungsi-fungsinya dengan baik dan benar.

Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Menurut Permendikbud No 6 Tahun 2018

TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH

Berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Pasal 15 mengenai Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, menyatakan uraian tugas pokok dan fungsi kepala sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk menjalankan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan juga supervisi kepada Guru maupun tenaga kependidikan.
  2. Beban kerja Kepala Sekolah memiliki tujuan guna mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.
  3. Apabila terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, maka Kepala Sekolah dapat menjalankan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tersebut tetap berlangsung dalam satuan pendidikan yang bersangkutan.
  4. Kepala Sekolah yang menjalankan tugas pembelajaran atau pembimbingan, maka tugas pembelajaran atau pembimbingan tersebut merupakan tugas tambahan di luar tugas pokoknya.
  5. Beban kerja bagi Kepala Sekolah yang ditugaskan di SILN selain melaksanakan beban kerja juga melakukan promosi kebudayaan Indonesia.

Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah Menurut Permendikbud No 19 Tahun 2007

TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH TAHUN 2007

Berdasarkan Permendikbud Nomor 19 Tahun 2007 Pasal 15 menyatakan bahwa uraian tugas pokok dan fungsi kepala sekolah yaitu meliputi :

  1. Perencanaan Program Kerja
  2. Pelaksanaan Rencana Kerja
  3. Pengawasan Dan Evaluasi
  4. Kepemimpinan Sekolah
  5. Sistem Informasi Sekolah

A. TUPOKSI Kepala Sekolah sebagai Perencanaan Program Kerja

  1. Merumuskan, menetapkan dan mengembangkan visi sekolah
  2. Merumuskan, menetapkan dan mengembangkan misi sekolah
  3. Merumuskan, menetapkan dan mengembangkan tujuan sekolah
  4. Membuat Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
  5. Menyusun perencanaan program induksi

B. TUPOKSI Kepala Sekolah sebagai Pelaksanaan Rencana Kerja

  1. Merancang pedoman kerja
  2. Menyusun struktur organisasi sekolah
  3. Membuat jadwal pelaksanaan kegiatan sekolah per semester dan tahunan
  4. Menyusun pengelolaan kesiswaan yang meliputi :
    • Melaksanakan penerimaan peserta didik baru
    • Memberikan layanan konseling kepada peserta didik
    • Menjalankan kegiatan ekstra dan kurikuler untuk para peserta didik
    • Melakukan pembinaan prestasi unggulan
    • Melakukan pelacakan terhadap para alumni sekolah
  1. Menyusun KTSP, kalender pendidikan dan kegiatan pembelajaraan
  2. Mengelola semua pendidik dan tenaga kependidikan
  3. Mengelola sarana dan prasarana
  4. Membimbing guru pemula
  5. Mengelola keuangan dan pembiayaan
  6. Mengelola budaya dan lingkungan sekolah
  7. Memberdayakan partisipasi masyarakat umum dan kemitraan sekolah
  8. Melaksanakan program induksi

C. TUPOKSI Kepala Sekolah sebagai Pengawas dan Evaluator

  1. Merancang program supervisi
  2. Melaksanakan program supervisi
  3. Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
  4. Melakukan evaluasi dan pengembangan KTT
  5. Mengevaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
  6. Menyiapkan berbagai kelengkapan akreditasi sekolah

D. TUPOKSI Kepala Sekolah sebagai Kepemimpinan Sekolah

  1. Memaparkan visi ke dalam misi target mutu
  2. Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai
  3. Menganalisis tantangan, peluang, keunggulan dan kelemahan sekolah atau madrasah
  4. Merancang rencana kerja stratgis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu
  5. Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah / madrasah
  6. Melibatkan pendidik dan komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting di sekolah / madrasah. Untuk sekolah atau madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah atau madrasah yang bersangkutan.
  7. Menjalin komunikasi guna menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat umum.
  8. Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan untuk prestasi dan sanksi untuk pelanggaran peraturan dan kode etik.
  9. Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik
  10. Bertanggung jawab atas perencanaan partisipasif tentang pelaksanaan kurikulum
  11. Merumuskan dan melaksanakan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah / madrasah
  12. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan amanah yang diperolehnya.
  13. Memfasilitasi atas pengembangan, penyebarluasan dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah atau madrasah
  14. Membantu, membina dan mempertahankan lingkungan sekolah atau madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan professional para guru dan tenaga kependidikan
  15. Menjamin terhadap menajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah atau madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien dan efektif.
  16. Menjalin hubungan baik dan kerja sama dengan orangtua peserta didik dan masyarakat umum, dan komite sekolah / madrasah menganggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam serta memobilisasi sumber daya masyarakat
  17. Memberi contoh / teladan/ tindakan yang bertanggung jawab
  18. Mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah berdasarkan dengan bidangnya
  19. Merencanakan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) di Sekolah atau Madrasah
  20. Menyiapkan Buku Pedoman Pelaksanaan Program Induksi di Sekolah dan dokumen terkait seperti KTSP, silabus, peraturan dan tata tertib sekolah baik bagi pendidik maupun bagi siswa, prosedur-prosedur P3K dan prosedur keamanan sekolah
  21. Melakukan analisa kebutuhan guru pemula
  22. Menunjuk pembimbing dari pendidik yang dianggap mampu atau professional
  23. Membuat surat keputusan pengangkatan guru menjadi pembimbing bagi guru pemula
  24. Menjadi pembimbing, bila pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru atau pendidik yang memenuhi kriteria menjadi pembimbing
  25. Mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada DInas Pendidikan apabila tidak memiliki pembimbing dan Kepala Sekolah juga tidak dapat menjadi pembimbing
  26. Memantau secara regular proses pembimbingan dan perkembangan guru pemula
  27. Memantau kinerja guru pembimbing dalam menjalankan proses pembimbingan
  28. Melakukan observasi kegiatan mengajar yang dilaksanakan guru pemula dan memberikan masukan untuk perbaikan
  29. Memberikan penilaian kinerha terhadap guru pemula
  30. Menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan kritik dan saran dari pembimbing, pengawas sekolah / madrasah dan memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula.

E. TUPOKSI Kepala Sekolah dalam Sistem Informasi Sekolah

  1. Mewujudkan atmosfer akademik yang kondusif dengan membangun budaya sekolah guna menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menimbulkan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, menumbuhkan kesadaran tentang arti penting kemajuan dan menumbuhkan kedisiplinan tinggi.
  2. Melaksanakan penataan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi warga sekolah berbasis kinerja
  3. Menjalin kerjasama dan hubungan dengan pihak lain
  4. Adanya penerapan TIK dalam manajemen sekolah
  5. Adanya kepemimpinan / manajerial yang kuat dan memiliki tingkat sustainabilitas yang tinggi
  6. Memperkuat eksistensi lembaga dengan melaksanakan sosialisasi kepada semua pihak untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama sehingga sekolah atau madrasah memperoleh dukungan secara maksimal.
  7. Memperkuat manajemen sekolah dengan melakukan retrukturisasi dan reorganisasi intern sekolah bila memang diperlukan (tanpa mengubah atau bertentangan dengan peraturan yang ada) sebagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan potensi sekolah.
  8. Membentuk kerjasama yang kuat dengan membangun jaringan yang lebih luas dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri, yang dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman (MoU).
  9. Meminimalisasi terjadinya masalah di sekolah dengan memperkuat rasa kekeluargaaan dan kebersamaan guna memajukan sekolah.
  10. Melaksanakan penguatan input sekolah dengan melengkapi berbagai fasilitas (perangkat keras dan lunak) pada manajemen sekolah, agar implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis TIK lebih efektif.

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH

Berdasarkan Permendikbud Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah / Madrasah, Pasal 12 ayat 4 menyatakan bahwa penilaian kinerja Kepala Sekolah meliputi :

  1. Usaha pengembangan satuan pendidikan (sekolah/madrasah) yang dijalankan selama menjabat Kepala Sekolah
  2. Peningkatan kualitas satuan pendidikan (sekolah/madrasah) berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan
  3. Usaha pengembangan profesionalisme sebagai Kepala Sekolah/Madrasah

Penilaian kinerja kepala sekolah dilakukan sesuai dengan TUPOKSInya. Dengan demikian, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah mengacu pada uraian 3 (tiga) butir di atas.

Tanggung Jawab Kepala Sekolah

  1. Tercapainya tujuan institusional satuan pendidikan (Sekolah/madrasah) yang dipimpinnya
  2. Terwujudnya administrasi sekolah yang baik dan benar
  3. Terjaganya semangat dan gairah kerja atau belajar pada diri pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik.
  4. Berfungsinya seluruh komponen sekolah dengan baik dan benar
  5. Terpeliharanya sarana dan prasarana sekolah dengan baik dan benar
  6. Tercapainya 7K dengan baik
  7. Memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kependidikan

Wewenang Kepala Sekolah

  1. Melaksanakan semua peraturan / instruksi dari lembaga yang lebih tinggi
  2. Mengatur pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan.
  3. Membuat DP3 guru dan TU
  4. Menyusun supervisi pelaksanaan tugas guru dan tenaga kependidikan.
  5. Mendatangani sejumlah berkas dan dokumen yang berlaku untuk surat-surat dan berkas-berkas baik intern maupun ekstern
  6. Mengelola sistem keuangan sekolah
  7. Membina dan mempromosikan pendidik dan tenaga kependidikan
  8. Membina siswa dan mengeluarkan siswa sesuai peraturan yang berlaku
  9. Rekrutmen tenaga kependidikan
  10. Mengusulkan pengangkatan/pemberhentian tenaga kependidikan
  11. Pengusulan mutasi bagi tenaga kependidikan sesuai aturan yang berlaku.

Hasil Kerja Kepala Sekolah yang Diharapkan

  1. Menghasilkan rencana program kerja yang tepat ( mingguan, bulanan, semester dan tahunan)
  2. Terlaksananya program kerja yang sesuai dengan tujuan
  3. Terselenggaranya administrasi sekolah sesuai peraturan yang berlaku
  4. Terciptanya situasi yang aman dan tertib serta senantiasa terpelihara gairah kerja guru dan tenaga kependidikan.
  5. Terlaksananya kegaitan belajar mengajar dengan tepat dan lancar.
  6. Adanya kepedulian orang tua/ wali peserta didik dalam berpartisipasi dalam pengembangan sekolah.
  7. Adanya DP3 guru dan staff.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *