Pendidikan

Tugas Guru BK (Bimbingan dan Konseling) dalam Kurikulum 2013

Tugas Guru BK dalam kurikulum 2013 – Sampai saat ini masih belum banyak yang  mengetahui akan tugas dan fungsi tugas BK (Bimbingan...

Written by andra · 5 min read >
tugas guru bk

Tugas Guru BK dalam kurikulum 2013 – Sampai saat ini masih belum banyak yang  mengetahui akan tugas dan fungsi tugas BK (Bimbingan dan Konseling). Baik peserta didik dan bahkan sebagian besar dari Guru hanya tahu bahwa seorang Guru BK hanya bertugas untuk menghukum dan memberi sanksi bagi perserta didik yang melanggar peraturan sekolah. Di bawah ini uraian lengkap tugas dan fungsi Guru BK.

Guru BK (Bimbingan Konseling)

Guru BK memiliki peran penting dan tanggung jawab dalam membimbing para peserta didik dalam suatu satuan pendidikan. Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor memiliki sejumlah tugas, tanggung jawb dan wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik.

Pada dasarnya tidak ada kriteria atau syarat khusus bagi seseorang untuk menjadi Guru BK. Yang paling penting adalah Guru BK mengerti dan memahami mengenai perilaku dan teknik konseling pada peserta didik di sekolah.

Adapun beberapa ilmu yang banyak dimanfaatkan jasanya dalam melakukan bimbingan konseling di sekolah, antara lain :

  • Psikologi
  • Bidang Ilmu Pendidikan
  • Bidang Ilmu Sosial
  • Bidang Ilmu Konseling

Tugas dan Fungsi Guru BK

TUGAS DAN FUNGSI GURU BK

Tugas Guru Bimbingan dan Konseling / Konselor yaitu tentang pemahaman diri dan lingkungan terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat dan kepribadian peserta didik di satuan pendidikan (Sekolah/madrasah).

Dari tugas di atas, berikut  uraian tugas Guru BK dalam membantu peserta didik, meliputi :

  1. Membantu pengembangan kehidupan pribadi, yaitu suatu pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami diri sendiri, terkait bakat, minat, potensi dan sebagainya.
  2. Membantu pengembangan kehidupan sosial, yaitu suatu pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
  3. Membantu pengembangan kemampuan belajar, yaitu suatu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah / madrasah secara mandiri.
  4. Pengembangan karir, yaitu suatu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan mengembangkan diri, menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir

Tujuan Bimbingan dan Konseling

tujuan bimbingan konseling

Adapun tujuan dari pelaksanaan tugas tugas guru BK (Bimbingan dan Konseling) antara lain:

Aspek Pribadi

  • Menanamkan komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi muapun sosial dan di sekolah maupun masyarakat luas.
  • Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan menjaga hak dan kewajiban masing-masing.
  • Menanamkan pemahaman mengenai irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang membahagiakan dan tidak , serta mampu menanggapinya secara positif sesuai dengan keyakinan yang dianut.
  • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri sendiri secara objektif dan konstruktif, mengenai kelebihan dan kekurangannya secara fisik maupun psikis.
  • Memiliki sikap positif dan menghormati terhadap orang lain.
  • Memiliki kemampuan berinteraksi sosial yang baik.
  • Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan berbagai konflik (masalah) baik yang bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
  • Memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan secara efektif

Aspek Akademis

  • Memiliki kesadaran akan bakat dan potensi diri dalam aspek belajar dan mengenai berbagai hambatan yang dapat muncul.
  • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
  • Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
  • Memiliki kemampuan atau teknik belajar yang efektif
  • Memiliki kemampuan untuk menentukan tujuan dan perencaan pendidikan
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan dalam menghadapi ujian sekolah

Aspek Karir

  • Memiliki pemahaman diri (kemampuan, bakat dan kepribadian) yang terkait dengan karir atau pekerjaan.
  • Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang mendukung kematangan kompentensi karir.
  • Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja, artinya bersedia bekerja dalam bidang pekerjaan apapun dengan senang hati tanpa merasa rendah diri.
  • Memahami relevansi kompetensi belajar dengan kriteria atau persyaratan keahlian bidang pekerjaaan yang menjadi cita-cita karirnya dimasa depan.

Jenis Layanan Bimbingan Konseling

Dalam melaksanakan tugas untuk memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik dan mencapai tujuan, maka seorang Guru BK akan memberikan layanan kepada peserta didik yang bersangkutan sebagai berikut :

  1. Layanan Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah atau madrasah dan berbagai objek yang dipelajari. Hal ini penting untuk penyesuaian diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
  2. Layanan Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam menerima dan memahami berbagai informasi yang diperoleh mulai dari diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu dalam bidang pribadi, sosial, belajar amupun karir.
  3. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu suatu layanan yang membantu peserta didik untuk memperoleh penempatan dan penyaluran yang baik dan tepat di dalam kelas. kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang maupun kegiatan ekstra kurikuler. Hal ini bertujuan agar peserta didik mampu mengembangkan bakat dan minat atau potensi lainnya.
  4. Layanan Penguasaan Konten, yaitu suatu layanan yang memungkinkan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar baik dalam penguasaan kompetensi yang sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya maupun berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. Ini bertujuan peserta didik mampu mengembangkan sikap dan kebiasaan yang baik.
  5. Layanan Konseling Perorangan, yaitu suatu layanan yang membantu peserta didik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah pribadi mereka.
  6. Layanan Bimbingan Kelompok, yaitu suatu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan dan pengambilan keputusan serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
  7. Layanan Konseling Kelompok, yaitu suatu layanan yang membantu peserta didik (anggota kelompok) memperoleh kesempatan dalam pembahasan dan penyelesaian masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
  8. Layanan Konsultasi, yaitu suatu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilakukan dalam menghadapi suatu kondisi atau masalah peserta didik.
  9. Layanan Mediasi, yaitu suatu layanan yang membantu sejumlah peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.

Komponen Pendudung Tugas BK

Untuk menjalankan berbagai tugas dengan segala layanannya diperlukan beberapa komponen yang mendukung kinerja Guru BK tersebut, antara lain :

  1. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data-data tentang identitas peserta didik dan lingkungannnya, melalui aplikasi berbagai instrument baik tes maupun non-tes.
  2. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data-data yang berkaitan dan relevan dengan pengembangan peserta didik, yang dilaksanakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu dan bersifat rahasia.
  3. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri beberapa pihak tertentu yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen yang bersifat terbatas dan tertutup bagi terselesainya permasalahan peserta didik.
  4. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan mendapatkan data, kemudahan dan komitmen bagi terselesaikan permasalahan peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua atau walinya.
  5. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang mampu dimanfaatkan peserta didik dalam mengembangkan dirinya, kemampuan sosial, kegiatan belajar maupun karir / jabatan.
  6. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik kepada pihak lain yang sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya.

Beban Kerja Minimum Guru BK atau Konselor

Beban Guru bimbingan dan konseling atau Konselor adalah menjalankan bimbingan dan konseling minimal sebanyak 150 (seratus lima puluh) peserta didik dan maksimal 250 (dua ratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satuan pendidikan.

Bimbingan dan Konseling ini dilaksanakan dalam bentuk layanan tatap muka terjadwal di dalam kelas untuk layanan regular atau di luar kelas untuk layanan perorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan membutuhkan diberikan bimbingan dan konseling.

Sementara beban kerja guru yang memperoleh tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah / Madrasah membimbing 40 (empat puluh) peserta didik. Dan untuk guru yang mendapat tugas sebagai wakil kepala sekolah membimbing 80 (delapan puluh) peserta didik.

Tugas Pengawas Bimbingan dan Konseling

TUGAS PENGAWAS GURU BK

Pengawas bimbingan dan konseling dalam menjalankan tugas pokoknya diatur sebagai berikut :

  • Ekuivalensi kegiatan kerja pengawas bimbingan dan konseling terhadap 24 (dua puluh empat) jam tatap muka menggunakan pendekatan jumlah guru yang dibina disatu atau beberapa satuan pendidikan dan pada jenjang pendidikan yang sama atau jenjang pendidikan yang berbeda.
  • Jumlah guru yang harus dibina untuk pengawas bimbingan dan konseling minimal 40 (empat puluh) dan maksimal 60 guru BK

Uraian lingkup kerja pengawas bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :

1. Penyusunan Program Pengawasan Bimbingan dan Konseling

Setiap pengawas baik secara berkelompok maupun secara perseorangan wajib membuat rencana program pengawasan. Program pengawasan tersusun dari program pengawasan tahunan, program pengawasan semester dan rencana kepengawasan akademik (RKA).

  • Program pengawasan tahunan pengawas dibentuk oleh kelompok pengawas di kabupaten/kota melalui diskusi terprogram. Pelaksanaan kegiatan penyusunan program tahunan ini diperkirakan berlangsung selama 1 (satu) minggu.
  • Program pengawasan semester adalah perencanaan teknis operasional kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap pengawas pada setiap satuan pendidikan dimana tempat guru binaannya berada. Program ini disusun sebagai pemaparan atas program pengawasan tahunan ditingkat kabupaten/kota. Pelaksanaan kegiatan ini juga berlangsung selama satu minggu.
  • Rencana Kepengawasan Bimbingan dan Konseling (RKBK) merupakan pemaparan dari program semester yang lebih rinci dan sistematis sesuai dengan aspek/masalah prioritas yang harus segera dilakukan kegiatan supervisi. Penyusunan RKBK ini diperkirakan juga berlangsung selama satu minggu.
  • Program tahunan, program semester, maupun RKBK sekurang-kurangnya memuat aspek/masalah, tujuan, indikator keberhasilan, strategi/metode kerja, skenario kegiatan, sumberdaya yang dibutuhkan, penilaian dan instrument pengawasan.

2. Melaksanakan Pembinaan, Pemantauan dan Penilaian

  • Kegiatan supervisi bimbingan dan konseling meliputi pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bimbingan dan konseling di satuan pendidikan, serta merupakan kegiatan dimana terjadi interaksi langsung antara pengawas dengan guru binaannya.
  • Kegiatan penilaian ini adalah menilai kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai proses pembimbingan.
  • Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekolah binaan sesuai dengan uraian kegiatan dan jadwal yang tertera dalam penyusunan RKBK.

3. Menyusun Laporan Pelaksanakan Program Pengawasan

  • Setiap pengawas harus membuat laporan dalam bentuk laporan per sekolah dari seluruh sekolah binaan. Laporan ini memfokuskan kepada pencapaian tujuan dari setiap butir pelaksanaan kegiatan pengawasan sekolah yang telah dilaksanakan pada setiap sekolah binaan.
  • Penyusunan laporan oleh pengawas merupakan upaya untuk mengkomunikasikan hasil kegiatan atau pelaksanaan program yang telah direncanakan.
  • Menyusun laporan pelaksanaan program pengawasan dilakukan oleh setiap pengawas sekolah dengan segera mungkin seusai pelaksanaan pembinaan, pembinaan atau penilaian.

4. Melaksanakan Pembimbingan dan Pelatihan Profesionalitas Guru BK

  • Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas Guru BK dilaksanakan minimal tiga kali dalam satu semester secara berkelompok di Musyawarah Guru Pembimbing (MGP).
  • Kegiatan dilaksanakan dengan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis program dan kompetensi yang akan ditingkatkan
  • Dalam pelatihan ini diperkenalkan kepada guru mengenai cara atau teknik baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembimbingan. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalitas guru BK ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara seperti Workshop, seminar, observasi, individual dan group conference.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *