Artikel

Prestasi Kerja Adalah dan Penilaian Prestasi Kerja

Prestasi Kerja Adalah – Istilah prestasi kerja sangatlah penting bagi sebuah organisasi maupun perusahaan guna mencapai tujuannya. Berhasil tidaknya suatu organisasi tersebut...

Written by andra · 5 min read >
uraian prestasi kerja

Prestasi Kerja Adalah – Istilah prestasi kerja sangatlah penting bagi sebuah organisasi maupun perusahaan guna mencapai tujuannya. Berhasil tidaknya suatu organisasi tersebut sangat tergantung dari prestasi kerja yang dihasilkan oleh anggota atau pegawainya dalam menjalankan aktivitas operasional organisasi. Di bawah ini adalah pengertian prestasi kerja hingga bagaimana penilaian prestasi kerja.

Pengertian Prestasi Kerja

Berikut adalah beberapa pengertian prestasi kerja menurut beberapa para ahli :

Hasibuan (2008 : 64)

Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya atas dasar kecapakan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.

Mangkunegara (2006 : 161)

Prestasi kerja  atau kinerja adalah suatu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya untuk mencapai tujuan organisasi.

Maier dalam Wijoyo (2014)

Prestasi kerja adalah suatu keberhasilan dari seorang individu dalam suatu tugas dan pekerjaannnya.

Suyadi Prawiro Sentono ( 1999 : 2)

Prestasi kerja atau kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.

Berdasarkan teori dari beberapa para ahli di atas, dapat disimpulkan bersama bawah prestasi kerja adalah suatu hasil kerja seorang pegawai secara kualitas dan kuantitas dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan selama periode waktu tertentu guna mencapai tujuan organisasi.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja

Mangkunegara (2007) menyatakan tiga faktor yang mempengaruhi prestasi kerja seseorang, antara lain :

  1. Faktor Kemampuan

Secara psikologis kemampuan seorang karyawan terdiri dari kemampuan potensi dan kemampuan reality. Dimana seorang karyawan yang memiliki pendidikan yang baik untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan tugasnya sehari-hari, maka dia akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan sesuai yang diharapkan.

  1. Faktor Motivasi

Motivasi terbentuk dari sikap seorang pegawai dalam menghadapi situasi atau lingkungan kerja. Motivasi dapat diartikan sebagai kondisi mental seorang karyawan dimana karyawan ini harus siap mental dan mampu secara fisik memahami tujuan utama target kerja yang akan dicapai, serta mampu memanfaatkan dan menciptakan situasi kerja.

  1. Faktor Lingkungan / Situasi

Situasi atau lingkungan yang mampu mempengaruhi terhadap prestasi kerja individu adalah adanya kondisi ruangan yang tenang, iklim suasana kerja yang sangat baik, sistem kerja yang mendukung sehingga mendorong terciptanya prestasi kerja yang tinggi.

Penilaian Prestasi Kerja

prestasi kerja adalah
akamaized.net

Penilaian prestasi kerja pegawai adalah suatu proses penilaian prestasi kerja seorang karyawan yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. (Mangkunegara, 2009)

Sementara Panggabean dalam Wijoyo (2014) menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja adalah  sebuah proses formal untuk melakukan peninjauan kembali & evaluasi prestasi kerja seseorang secara periodik. Proses penilaian prestasi ini ditunjukkan untuk mengetahui dan memahami prestasi kerja seseorang.

Penilaian prestasi kerja seorang pegawai harus berpedoman prinsip-prinsip yang telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011, agar para pejabat penilai dan yang dinilai senantiasa berkomitmen kuat dan bisa menjadi pegawai yang baik kedepannya.

Indikator Prestasi Kerja

Menurut Nasution (2000:99), bahwa terdapat beberapa indikator  dalam mengukur prestasi kerja seseorang, adalah sebagai berikut :

  1. Kualitas Kerja (Quality)

Yaitu mutu hasil kerja yang memenuhi standar yang ideal dan diharapkan. Yang meliputi : ketelitian dan kerapihan kerja, kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan, ketrampilan, kebersihan dan ketepatan waktu.

  1. Kuantitas Kerja (Quantity)

Jumlah yang dihasilkan dengan waktu yang ada, meliputi : kemampuan menghasilkan seberapa banyak unit, kemampuan menyusun rencana, kemampuan melaksanakan perintah atau instruksi.

  1. Disiplin Kerja (Discipline)

Kepatuhan terhadap peraturan yang ada, seperti : mematuhi peraturan perusahaan, ketaatan hadir, mengikuti instruksi atasan.

  1. Inisiatif

Aktif dan semangat dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu perintah dari atasan, mampu mengenali masalah mengambil tindakan korektif, memberikan saran-saran untuk peningkatan dan menerima tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan.

  1. Kerjasama

Kemampuan karyawan dalam bekerja sama dengan setiap orang baik dengan atasan maupun sesame karyawan lain. Indikatornya adalah mampu memberi bantuan kepada karyawan lain dalam batas kewenangannya, mampu bergaul dan menyesuaikan diri.

Tujuan Dan Manfaat Penilaian Prestasi Kerja

Pada dasarnya tujuan penilaian prestasi kerja pegawai terdiri dari dua tujuan yaitu :

  1. Tujuan pokok penilaian prestasi kerja yaitu menghasilkan informasi yang akurat mengenai perilaku dan evaluasi kerja anggota organisasi guna pengambilan keputusan.
  2. Tujuan khusus penilaian prestasi kerja yaitu sebagai alat evaluasi dan pengembangan tujuan tujuan organisasi.

Manfaat bagi perusahaan dalam penyelenggaraan penilaian prestasi kerja pegawai ( Notoadmodjo : 1998), adalah :

  1. Peningkatan Prestasi Kerja

Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka seorang pegawai akan memperoleh umpan balik dan dapat memperbaiki kualitas pekerjaan mereka

  1. Kesempatan Kerja yang Adil

Penilaian kerja yang tepat akan membentuk setiap karyawan memperoleh kesempatan untuk menempati posisi pekerjaan sesuai kemampuannnya.

  1. Kebutuhan-Kebutuhan Pelatihan Pengembangan

Penilaian prestasi kerja akan menunjukkan sejumlah karyawan yang memerlukan adanya program pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mereka dalam melaksanakan pekerjaannya.

  1. Penyesuaian Kompensasi

Melalui penilaian prestasi kerja akan memudahkan seorang pimpinan perusahaan untuk mengambil keputusan dalam menentukan besaran gaji, penambahan besaran gaji, kompensasi dan sebagainya.

  1. Keputusan Promosi

Penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam mempromosikan karyawan yang berprestasi dan memililiki kinerja baik , serta demosi untuk karyawan yang memiliki kinerja kurang baik.

  1. Kesalahan-Kesalahan Desain Pekerjaan

Dengan penilaian prestasi kerja, dapat digunakan untuk menilai desain kerja, dimana hasil dari penilaian kinerja dapat mengetahui dan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam desain kerja.

  1. Penyimpangan Proses Rekrutmen dan Seleksi

Penilaian prestasi kerja akan menunjukkan bagaimana proses rekrutmen dan seleksi karyawan sebelumnya yang pernah dilakukan. Sehingga hal ini dengan hasil prestasi kerja maka akan mencerminkan sejauh mana keberhasilan atau adanya penyimpangan-penyimpangan proses rekrutmen dan seleksi.

Proses Penilaian Prestasi Kerja

penilaian prestasi kerja
maxmonroe

Proses penilaian prestasi kerja merupakan hal yang penting dalam penyelenggaraan penilaian, oleh karena itu proses-proses harus dilakukan dengan mekanisme yang benar yang sesuai dengan standar operasional prosedur.

Hariandja ( 2005 : 199) menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja harus dikaitkan dengan usaha pencapaian hasil kerja yang diharapkan, maka sebelumnya harus ditentukan tujuan-tujuan setiap pekerjaan, kemudian penentuan standar kinerja serta ukurannya, dan kemudian penentuan metode penilaian dan evaluasi.

Berikut adalah proses penilaian prestasi kerja :

  1. Penentuan Sasaran

Penentuan sasaran haruslah spesifik, terukur,menantang dan dalam periode waktu tertentu. Setiap sasaran merupakan sasaran yang diturunkan dari sasaran yang lebih tinggi, sehingga sasaran unit adalah bagian dari sasaran perusahaan.

  1. Penentuan Standar Prestasi Kerja

Penilaian prestasi kerja harus benar-benar objektif, dimana pelaksanaan penilaian harus mencerminkan prestasi kerja yang sesungguhnya atau mengevaluasi perilaku yang mencerminkan keberhasilan pekerjaan. Oleh karena itu, sistem penilaian prestasi kerja haruslah :

  • Memiliki standar , yaitu memiliki dimensi-dimensi yang menunjukkan perilaku kerja yang sedang dinilai, yang pada umumnya diterjemahkan dari sasaran kerja.
  • Memiliki ukuran yang dapat dipercaya, artinya bahwa bila ukuran tersebut digunakan oleh orang lain atau peneliti lain dalam waktu yang berbeda akan menghasilkan kesimpulan yang sama.
  • Mudah digunakan, yaitu sistem penilaian prestasi kerja harus praktis dan mudah digunakan serta dipahami oleh penilai dan yang dinilai.
  1. Penentuan Metode dan Pelaksanaan Penilaian

Suatu pendekatan atau teknik serta sejumlah perlengkapan yang digunakan dalam proses penilaian prestasi kerja, seperti formulir dan pelaksanaannnya.

  1. Evaluasi Penilaian

Merupakan umpan balik yang diberikan kepada seorang karyawan mengenai hasil kerja yang harus diubah atau dipertahankan serta berbagai tindakan yang harus diambil, baik oleh perusahaan maupun karyawan dalam upaya peningkatan kinerja pada masa yang akan datang.

Metode Penilaian Prestasi Kerja

Panggabean ( 2002 : 68-70), menyatakan sejumlah metode penilaian prestasi kerja karyawan terdiri dari :

  1. Rating Scales

Metode ini merupakan metode penilaian yang paling tua dan banyak digunakan, dimana penilaian dilakukan oleh seorang  atasan untuk mengukur karakteristik karyawan.  Metode ini akan memperoleh hasil perbandingan dari pekerjaan yang telah dilakukan oleh setiap karyawan dengan hasil perbandingan yang akan datang, kemudian akan menunjukkan peringkat karyawan.

  1. Critical Incidents

Dalam metode ini, seorang penilai mencatat setiap kejadian mengenai sikap dan perilaku bawahannya sehari-hari ke dalam buku catatan khusus, yang terdiri dari berbagai macam kategori perilaku bawahannya.

  1. Essay

Pada cara ini, seorang penilai menuangkan narasi atau pendapatnya mengenai kinerja karyawan yang sedang dinilainya.

  1. Work Standards

Yaitu membandingkan kinerja karyawan dengan standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Standar ini merupakan hasil yang normal dari rata-rata pekerjaan.

  1. Rangking

Dalam metode ini, penilai menempatkan semua karyawan yang sedang dinilai ke dalam urutan rangking. Sehingga sistem penilaian ini menunjukkan karyawan dalam urutan yang terbaik sampai yang terburuk.

  1. Forced Distribution

Pada metode ini diasumsikan bahwa karyawan dapat dibagi menjadi lima kategori, yakni kategori yang paling baik (10%), kategori yang baik (20%), cukup (40%), buruk (20%) dan sisanya 10%.

  1. Forced-choice and Weighted Cheklist Performance Report

Pada metode ini, penilai akan memilih karyawan mana yang dapat mewakili kelompoknya. Faktor yang mendapat penilaian adalah perilaku dari karyawan, dan nilai yang diberikan berupa positif dan negative. Namun, penilai tidak peduli dengan bobot penilaiannya.

  1. Behaviorly Anchored Scale

Yaitu cara penilaian prestasi kerja berdasarkan catatan penilai yang menggambarkan perilaku karyawan yang sangat baik atau sangat buruk dalam melaksanakan pekerjaannya.

  1. Metode Pendekatan Management By Objective (MBO)

Dalam pendekatan ini, setiap karyawan dan penyedia secara bersama-sama menentukan sasaran organisasi, tujuan individu serta saran guna meningkatkan produktivitas organisasi tersebut.

Demikianlah uraiang prestasi kerja karyawan serta bagaimana metode dan tujuan penilaian prestasi kerja dalam perusahaan. Semoga ulasan di atas dapat menjadi referensi dan bermanfaat….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *