Artikel

Perilaku Sosial Adalah : Pengertian hingga Contohnya

Perilaku Sosial Adalah– Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia sangat membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, baik untuk berkomunikasi hingga...

Written by andra · 4 min read >
pengertian perilaku sosial

Perilaku Sosial Adalah– Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia sangat membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, baik untuk berkomunikasi hingga menyelesaikan  pekerjaan. Terjadinya  proses sosialisasi tersebutlah  yang ditunjukkan ialah perilaku sosial. Apa definisi perilaku sosial ? berikut adalah pengertian hingga contoh contoh perilaku sosial.

Pengertian & Contoh  Perilaku Sosial

(Hurlock,2003:264)

Secara bahasa, perilaku ialah cara berbuat atau menjalankan sesuatu sesuai dengan sifat yang layak bagi manusia.  Sedangkan sosial berarti segala sesuatu mengenai masyarakat atau kemasyarakatan.  Jadi, secara istilah, perilaku sosial adalah aktifitas fisik dan psikis seseorang terhadap orang lain atau sebaliknya, dalam rangka memenuhi kebutuhan diri atau orang lain yang sesuai dengan tuntuan sosial.

(Ahmadi, 2001 : 166)

Perilaku sosial merupakan perilaku yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima, mengakui, menyetujui serta melaksanakan norma-norma yang berlaku dalam individu berada.

Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001)

Perilaku seseorang dapat terlihat didalam pola respon antar orang yang dinyatakan dalam hubungan timbal balik antar pribadi.

(Baron dan Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001)

Perilaku sosial juga sangat identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain. Dimana perilaku ini ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap, keyakinan, kenangan atau rasa hormat terhadap orang lain.

Dari berbagai pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku sosial seseorang adalah tindakan timbal balik atau saling mempengaruhi atas respon yang diterima oleh individu itu sendiri.

Perilaku sosial juga merupakan sikap relatif dalam merespon orang lain terhadap dirinya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.  Sebagai contoh dalam melakukan kerja sama, ada orang yang bekerja dengan tekun, sabar dan mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Sementara di pihak ada juga orang yang  bermalas-malasan dan tidak sabar.

Faktor Faktor Pembentuk Perilaku Sosial

pembentukan perilaku sosial

Pembentukan perilaku sosial sangat dipengaruhi oleh bagaimana seseorang tersebut berinteraksi dan bagaimana kondisi lingkungan ia berada. Seperti misalnya kondisi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat disekelilingnya dalam keadaan kondusif dan baik, maka akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan perilaku sosial seseorang tersebut.

Faktor faktor pembentuk perilaku sosial seseorang antara lain :

  1. Faktor Sosiologis

Faktor sosiologis disini merupakan faktor dimana seseorang akan berinteraksi dan bergaul dengan orang lain, dan perilaku orang lain dapat mempengaruhinya akibat dari lingkungan pergaulannya.

Bila seseorang tersebut bergaul dengan orang baik, maka perilakunya akan baik. Namun, bila seseorang tersebut bergaul dengan orang yang kurang baik, maka perilakunya juga akan ikut negatif.

  1. Faktor Biologis

Merupakan faktor genetik atau bawaan seperti keadaan fisik  yang dimiliki seseorang yang turut mempengaruhi perkembangan kepribadian atau tingkah laku seseorang.

Misalnya adalah seseorang yang memiliki kondisi fisik kurang lengkap atau berbeda dengan orang lain. Maka dengan kondisi tersebut, akan mempengaruhi kepercayaan dirinya atau kepribadiannya sehingga seseorang tersebut akan merasa tidak percaya diri, pemalu, pendiam dan sebagainya.

  1. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi perilaku sosial seseorang yaitu berasal dari luar diri seseorang atau individu tersebut. Faktor ini dapat timbul dari kondisi masyarakat, perubahan iklim dan cuaca serta faktor ekonomi individu.

Seseorang yang hidup dengan kondisi ekonomi berkecukupan ditengah-tengah masyarakat perkotaan tentu berbeda dengan seseorang yang hidup dengan keadaan ekonomi yang sulit dimasyarakat pedesaan.

  1. Faktor Budaya

Faktor budaya juga merupakan faktor pembentuk perilaku sosial seseorang yang berasal dari luar diri seseorang atau individu. Pada umumnya faktor ini timbul dari perilaku masyarakat setempat.

Misalnya adalah orang Indonesia yang lebih ramah dan santun kepada orang lain, terutama yang lebih tua, namun masalah kedisiplinan masih sangat kurang. Berbeda halnya dengan orang Jepang, yang sangat disiplin dan patuh, namun cenderung acuh dan tidak peduli terdapa orang disekitar.

  1. Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang membentuk perilaku sosial seseorang yaitu faktor yang berasal dari diri seseorang yang berhubungan dengan kondisi perasaan, dorongan dan minat seseorang tersebut.

Misalnya adalah seseorang yang memiliki kondisi psikologis tidak baik atau sedang mendapat masalah, biasanya cenderung temperamental dibanding seseorang yang memiliki keadaan psikologis yang baik.

Upaya Pembentukan Perilaku Sosial

faktor faktor pembentuk perilaku sosial
pexel.com

Pembentukan perilaku sosial  seseorang tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Dimana pembentukan tersebut berlangsung dalam interaksi antar manusia dan berhubungan dengan objek-objek tertentu. Perilaku sosial seseorang dapat terbentuk dari berbagai faktor, baik dari yang bersifat internal maupun eksternal.

Pembentukan perilaku sosial  dapat melalaui empat macam cara, yaitu Adopsi, Deferensial, Integrasi dan Trauma.

  1. Adopsi

Adopsi merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dan terus-menerus, yang lama kelamaan akan diserap oleh individu tersebut sehingga akan mempengaruhi terbentuknya suatu perilaku.

  1. Deferensial

Merupakan suatu hal yang berkaitan eran dengan intelegensi, banyaknya pengalaman hingga bertambahnya usia seseorang sehingga hal-hal yang dianggapnya sejenis dapat dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.

  1. Integrasi

Integrasi dalam pembentukan perilaku sosial seseorang terjadi secara bertahap yang berawal dari pengalaman yang berkaitan dengan suatu hal tertentu dan pada akhirnya terbentuk perilaku mengenai hal tersebut.

  1. Trauma

Trauma merupakan suatu pengalaman yang tiba-tiba mengejutkan seseorang sehingga menimbulkan kesan mendalam pada jiwa seseorang yang bersangkutan.

Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial

Bentuk dan contoh perilaku sosial seseorang dapat terlihat dari bagaimana sikal sosialnya.  Berbagai macam bentuk dan jenis perilaku sosial pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat diamati saat seseorang berinteraksi dengan orang lain.

Perilaku sosial seseorang dapat terlihat dari bagaimana sifat-sifat dan pola respon antar pribadi, antara lain :

Kecenderungan Perilaku Peran

  1. Sifat pemberani dan pemalu secara sosial;

Seseorang yang memiliki sifat pemberani secara sosial, biasanya cenderung mempertahankan dan membela haknya, tidak malu-malu atau tidak segan melakukan sesuatu perbuatan yang sesuai norma di masyarakat dalam mengedepankan kepentingan diri sendiri.

Sementara seseorang dengan sifat pemalu akan menunjukkan perilaku sebaliknya, seperti takut dalam mempertahankan haknya, pemalu dan segan berbuat untuk mengedepankan kepentingannya.

  1. Sifat berkuasa dan sifat patuh;

Orang yang memiliki sifat berkuasa dalam perilaku sosial, umumnya terlihat dari perilaku seperti bertindak tegas, berorientasi kepada kekuatan, percaya diri, berkemauan keras, suka memberi perintah dan memimpin secara langsung.

Sementara sifat patuh dalam perilaku sosial seseorang, biasanya ditunjukkan dengan kepribadian yang kurang tegas dalam bertindak, tidak suka memberi perintah dan tidak berorientasi kepada kekuatan dan kekerasan.

  1. Sifat inisiatif secara sosial dan pasif;

Seseorang yang memiliki sifat inisiatif biasanya suka mengorganisasi sebuah kelompok, tidak suka mempersoalkan latar belakang , suka memberikan masukan atau saran-saran dalam berbagai pertemuan dan tidak jarang suka mengambil alih kepemimpinan.

Sedangkan sifat orang yang pasif secara sosial, ditunjukkan oleh perilaku yang lebih dominan diam, kurang berinisiatif, tidak suka memberi saran atau masukan.

  1. Sifat mandiri dan tergantung

Orang yang memiliki sifat mandiri akan berusaha untuk mampu membuat segala sesuatunya dilakukan oleh dirinya sendiri, seperti membuat rencana sendiri, melakukan sesuatu dengan cara-cara sendiri, tidak suka merepotkan orang lain dan secara emosional cukup stabil.

Sementara sifat tergantung pada perilaku seseorang sangat bertentangan dari sifat mandiri, dimana dalam membuat rencana dan melakukan segala sesuatu harus selalu mencari dukungan dan bantuan dari orang lain, dan biasanya kondisi emosionalnya relatif labil.

Kecenderungan Perilaku dalam Hubungan Sosial

  1. Mudah diterima atau ditolak oleh orang lain

Seseorang yang memiliki sifat mudah diterima oleh orang lain umumnya  dapat berprasangka baik terhadap orang alin, loyal, dipercaya, pemaaf dan tulis menghargai kelebihan orang lain. Sementara sifat orang yang pernah ditolak orang lain, biasanya mudah berprasangka buruk terhadap orang lain, sulit mengakui kelebihan orang lain dan terkadang pendendam.

  1. Suka bergaul dan tidak suka bergaul

Seseorang yang suka bergaul biasanya memiliki hubungan sosial yang baik, karena suka berkenalan dan bersama-sama. Sedangkan orang yang tidak suka bergaul, akan menunjukkan sifat dan perilaku yang sebaliknya seperti pemalu, penyendiri.

  1. Sifat ramah dan tidak ramah

Orang yang ramah akan lebih riang, hangat, terbuka, gampang dekat dengan orang lain dan suka bersosialisasi. Sementara orang yang tidak ramah cenderung tertutup, cuek dan menyendiri.

  1. Simpatik dan tidak simpatik

Seseorang yang memiliki sifat simpatik biasanya mudah peduli terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain, murah hati dan suka membela hak-hak orang lain. Sementara orang  yang tidak simpatik menunjukkan sifat yang acuh.

Kecenderungan Perilaku Ekspresif

  1. Suka bersaing dan tidak suka bersaing

Seseorang yang memiliki sifat suka bersaing, biasanya memandang sebuah hubungan sosial sebagai perlombaan, dan lawan merupakan saingan yang harus dikalahkan, serta memperkaya diri sendiri. Sementara orang yang tidak suka bersaing memiliki sifat-sifat yang sebaliknya seperti suka bekerja sama, mengakui kelebihan orang lain, dan sebagainya.

  1. Sifat agresif dan tidak agresif

Seseorang yang agresif cenderung suka menyerang orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung, pendendam, menentang atau tidak patuh pada pemimpin, suka  mencari keributan. Sementara sifat orang yang tidak agresif akan menunjukkan perilaku yang sebaliknya.

  1. Sifat kalem dan tenang secara sosial

Seseorang yang bersifat kalem biasanya tidak nyaman bila memiliki perbedaan dengan orang lain, akan merasa  gugup, malu, ragu-ragu dan merasa kurang  nyaman bila diperhatikan oleh orang lain.

  1. Sifat suka pamer atau menonjolkan diri

Orang yang suka pamer biasanya akan berperilaku berlebihan, suka mencari pengakuan dari orang lain, dan berperilaku aneh untuk mencari perhatian orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *