Artikel

Pengertian, Susunan, Fungsi hingga Jenis Tanah

Pengertian dan Definisi Tanah – Tanah memiliki berbagai pengertian yang berbeda yang terbagi menurut sudut pandangnya (Geologi, Pedologi dan Edaphologi). Untuk memahami...

Written by andra · 5 min read >
pengertian tanah adalah

Pengertian dan Definisi Tanah – Tanah memiliki berbagai pengertian yang berbeda yang terbagi menurut sudut pandangnya (Geologi, Pedologi dan Edaphologi). Untuk memahami definisi tanah secara lengkap, berikut pemaparan pengertian, susunan, fungsi hingga  proses pembentukan tanah.

Pengertian Tanah

Tanah adalah bagian dari kerak bumi yang terdiri atas mineral dan bahan organik. Tanah memiliki peran vital dalam kehidupan semua makhluk hidup yang ada di atas bumi. Tanah merupakan suatu tempat terjadinya dekomposisi materi organik dan tempat kembalinya elemen mineral pada siklus materi. Tanah juga menjadi tempat hidup bagi hewan serta penyedia air dan nutrisi bagi tumbuhan.

Definisi tanah berdasarkan sudut pandang yang dimiliki oleh beberapa ahli.

  1. Pendekatan Geologi

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami  serangkaian proses pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolith (lapisan partikel halus). Tanah juga merupakan bagian paling luar dari bumi.

  1. Pendekatan Pedologi

Tanah adalah bahan padat (mineral atau organik) yang berada di permukaan bumi, yang telah dan sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti bahan induk, iklim, organisme, topografi, dan waktu.

Pedologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang tanah. Pedologi menguraikan ilmu tanah dari faktor dan proses terbentuknya tanah, sifat dan ciri, karakteristik tanah serta distribusi jenis-jenis tanah.

  1. Pendekatan Edaphologis

Tanah adalah media tumbuh tanaman. ( kata “edaphos” berarti bahan tanah subur).

Susunan Tanah

susunan tanah
postmedya.com

Susunan utama tanah yaitu terdiri dari empat komponen utama, diantaranya adalah :

1. Mineral (45%)

Bahan mineral merupakan bahan anorganik tanah pelapukan batuan yang terdiri dari butir pasir, debu, dan liat. Mineral berfungsi dalam :

  • Menyediakan unsur hara
  • Sebagai buffer tanah
  • Bahan pengapukan
  • Berhubungan dengan KTK ( Kapasitas Tukar Kation)

2. Bahan Organik (5%)

Bahan organik merupakan sisa makhluk hidup di dalam tanah yang terdiri dari mikroorganisme 10%, akar 10% dan humat 10%. Bahan organik berperan  :

  • Sumber hara makro mikro
  • Menahan air
  • Sebagai granulator agregat
  • Sebagai sumber energi organisme tanah

3. Air (25%)

  • Mengisi pori tanah
  • jumlah air tanah
  • Pelarut unsur hara
  • Unsur Hara untuk fotosintesa

4. Udara (25%)

  • Kandungan 02 tanah yang berada di dalam pori atau rongga tanah

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, empat komponen di atas harus dalam keadaan seimbang. Pada umumnya tanah mengandung 50 % bahan padat ( 45% bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara. Sementara pada tanah organis (seperti gambut), bahan padat terdiri dari 5% bahan organik dan 45% bahan mineral.

Pedosfer

pedosfer

Pedosfer adalah tempat paling atas di permukaan bumi dimana tempat berlangsungnya proses tempat pembentukan tanah.

Pedosfer merupakan bagian tubuh alam  (material  tanah secara keseluruhan) yang memiliki hubungan timbal balik dengan bagian tubuh alam yang lain , yaitu litosfer (batuan), biosfer (makhluk hidup), hidrosfer (perairan) dan atmosfer (udara).  Tanah terbentuk dan mengandung keempat bahan alam tersebut.

Fungsi dan Manfaat  Tanah

  1. Produksi Biomassa : tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran,  penyedia kebutuhan primer dan sekunder tanaman.
  2. Sebagai penyaring, penyangga dan pengubah antara atmosfer, air tanah dan akar tanaman.
  3. Sebagai habitat biota tanah dan konservasi genetic
  4. Sebagai ruang infrastruktur untuk teknik, industri dan sosial ekonomi serta pembangunannya
  5. Sebagai sumber daya energi, material dasar, pertambangan dan air
  6. Sebagai sumber keindahan dan warisan budaya

Faktor Pembentukan Tanah

faktor pembentukan tanah
quora.com

Proses terbentuknya lapisan tanah membutuhkan jangka waktu yang cukup lama. Hans Jenry (1941) menyatakan bahwa tanah dalam proses pembentukannya dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu iklim, organisme, relief (topografi), bahan induk (parent material), dan waktu.

1. Iklim

Iklim merupakan faktor utama yang menentukan pembentukan tanah, dimana iklim akan mengatur laju dan jenis pembentukan tanah. Disamping itu, iklim juga sebagai penentu utama distribusi vegetasi. Iklim sendiri terdiri atas :

  • Suhu yang sangat berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Saat suhu tinggi maka proses pelapukan akan lebih cepat.
  • Curah hujan yang berpengaruh terhadap tekanan erosi dan pencucian tanah.

2. Organisme

Pengaruh organisme dalam proses pembentukan tanah juga cukup besar. Akumulasi bahan organik, siklus unsur hara dan pembentukan struktur tanah yang relatif stabil sangat dipengaruhi oleh aktivitas organisme di dalam tanah.

Organisme sendiri meliputi vegetasi, mikroba dan hewan. Mikroorganisme mampu mengikat unsur nitrogen dari udara ke dalam tanah. Demikian juga vegetasi yang tumbuh bebas di tanah dapat merupakan sebagai penghalang terjadinya erosi, sehingga mampu mengurangi jumlah tanah permukaan yang hilang.

3. Relief (Topografi)

Relief adalah perbedaan tinggi, bentuk atau kemiringan wilayah suatu daerah dengan kondisi yang relative dinamis.  Relief dapat berpengaruh dalam proses pembentukan tanah dengan cara :

  1. Mempengaruhi volume air hujan yang meresap atau ditahan masa tanah,
  2. Mempengaruhi dalamnya air tanah;
  3. Mempengaruhi besarnya erosi;
  4. Dan mengarahkan aliran air berikut bahan bahan yang terlarut di dalamnya.

4. Bahan Induk (Parental Material)

Bahan induk dapat mempengaruhi laju dan proses pembentukan tanah. Susunan kimia dan mineral bahan induk tidak hanya mempengaruhi intensitas pelapukan, namun juga terkadang menentukan jenis vegetasi alami yang tumbuh di atasnya.

Bahan induk sendiri terdiri atas :

  1. Batuan ( Batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorfosa) yang menghasilkan tanah mineral.
  2. Bahan organik yang berasal dari campuran dengan bahan mineral yang menghasilkan tanah organik.

Berikut ini tiga sifat dalam bahan induk yang dapat mempengaruhi pembentukan tanah, diantaranya adalah :

  1. Sifat kimia yang berkaitan dengan susunan mineral
  2. Sifat fisik yang berhubungan dengan struktur dan granularitas
  3. Sifat permukaan yang berkaitan dengan kemudahan reaksi

5. Waktu

Waktu juga merupakan faktor yang mempengaruhi dalam menentukan jenis dan sifat sifat tanah. Proses pembentukan tanah membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Dimana tanah yang berkembang dari batuan yang keras membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pembentukan tanah dibanding dengan yang berasal dari bahan induk yang lunak.

Kekeringan dan erosi dapat menjadi penghambat perkembangan tanah. Dalam periode waktu yang sama, tanah di suatu wilayah dapat berkembang lanjut , sementara di tempat lain yang beriklim kering atau terus menerus erosi, bisa jadi tanahnya belum berkembang.

Proses Pembentukan Tanah

proses pembentukan tanah
studiobelajar.com

Pada dasarnya tanah terbentuk dari hasil pelapukan fisik maupun kimiawi dari batu-batuan yang kemudian butir-butir mineralnya membentuk bagian  yang padat dari tanah. Proses pembentukan tanah tersebut juga disebut dengan “pedogenesis”. Dimana pada proses tersebut akan membentuk tanah sebagai tubuh alam yang tersusun atas beberapa lapisan atau sebagai horizon tanah.

Proses pelapukan merupakan aktivitas pemecahan dan dekomposisi dari bahan induk (batuan dan mineral) yang dilakukan oleh unsur iklim (udara, air hujan, sinar matahari atau salju yang terjadi di lapisan atas tanah.

Pelapukan terbagi menjadi dua jenis :

  • Pelapukan Fisik, yaitu meliputi fragmentasi bebatuan (oleh air, angin, suhu dan tumbuhan) menjadi butiran-butiran dan akhirnya menjadi tanah.
  • Pelapukan Kimia, yaitu meliputi penghancuran secara kimiawi bahan-bahan mineral dasar dari batuan hasil dari fragmentasi batuan akibat aktivitas organisme tanah, dan air hujan.

Organisme yang hidup akan mempengaruhi perkembangan tanah. Akar tumbuhan membantu pada proses pelapukan materi, yakni dengan menghancurkan materi tersebut dan membuat materi organik bergerak ke atas serta menambah materi organik dan nutrient di permukaan.

Organisme tanah berperan pada meteri organik untuk memproduksi humus. Humus merupakan materi organik yang komplek dan berwarna gelap yang berpengaruh terhadap struktur dan kesuburan tanah.

Tanah berkembang pada lapisan-lapisan yang dinamakan sebagai horizon tanah. Pada umumnya, pada tanah terdapat lima lapisan atau horizon, namun demikian tidak semua horizon dapat berada pada setiap tanah yang ada di bumi.

Jenis Jenis Tanah

jenis jenis tanah
soilground.com

Tanah terbentuk melalui proses alami yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Disamping itu, perkembangan lapisan tanah sangat berkaitan dengan perkembangan tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia.

Jenis tanah berbeda beda antara satu tempat dengan tempat lain, yaitu :

  1. Tanah Laterit

Tanah laterit merupakan jajaran tanah yang sudah tua dan mengalami pencucian air hujan yang mengakibatkan kadar bahan organik rendah dan tidak subur. Tanah ini memiliki warna merah pucat karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Vegetasi pada tanah ini yaitu rumput dan alang-alang.

  1. Tanah Aluvial

Tanah alluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat endapan lumpur yang terbawa oleh aliran sungai. Tanah ini memiliki warna coklat hingga kelabu. Jens ini sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai tanah pertanian.

  1. Tanah Gambut

Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan bahan organik yang belum sempurna. Jenis tanah ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga tingkat kesuburannya pun rendah.

  1. Tanah Margalit

Tanah margalit atau mergel merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat yang mengalami pembentukan dengan bantuan air hujan namun tidak merata. Tanah ini lebih mirip dengan pasir. Jenis tanah ini banyak mengandung mineral dan air sehingga sangat subur dan dapat ditanami tumbuhan.

  1. Tanah Podzolik

Tanah podzolik tersusun dari bahan induk yang terdiri dari batuan dengan mineral kuarsa yang tinggi. Jenis tanah ini tidak memiliki perkembangan profil dan berwarna kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Karena kadar humusnya yang tinggi, tanah ini dapat dimanfaatkan sebaga pertanian lading.

  1. Tanah Regosol

Tanah regosol banyak mengandung batu dan kerikil yang belum melapuk secara sempurna. Jenis tanah ini belum terlihat pada lapisan-lapisan (horizon) tanah serta memiliki tingkat kesuburan yang rendah.

  1. Tanah Vulkanis

Tanah vulkanis merupakan tanah yang terbentuk dari bahan induk berupa material gunung api seperti pasir dan debu vulkanis. Jenis tanah ini mengandung banyak mineral hara sehingga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Disamping itu tanah ini juga cocok dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan.

  1. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan jenis tanah yang masih muda dan baru mengalami perkembangan. Tanah ini terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme. Tanah ini banyak mengandung pasir kasar dan kerikil yang belum melapuk.

  1. Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan. Tanah ini banyak mengandung unsur hara dan mineral sehingga tingkat kesuburannya sangat tinggi.

  1. Tanah Grumusol

Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan abu vulkanik dan tanah liat. Tanah ini mengandung bahan organik yang rendah.

Demikianlah uraian lengkap pengertian, susunan, fungsi hingga jenis jenis tanah. Semoga artikel di atas dapat menjadi referensi dan bermanfaat………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *