Artikel

Pengertian Perilaku Organisasi dan Penjelasannya

Pengertian perilaku organisasi – Pendekatan perilaku dalam organisasi menekankan bahwa individu dalam organiasi adalah unsur yang komplek. Sehingga dibutuhkan adanya pemahaman teori...

Written by andra · 4 min read >
perilaku dalam organisasi

Pengertian perilaku organisasi – Pendekatan perilaku dalam organisasi menekankan bahwa individu dalam organiasi adalah unsur yang komplek. Sehingga dibutuhkan adanya pemahaman teori yang didukung oleh riset yang empiris sebelum menerapkan pendekatan perilaku organisasi dalam mengelola manusia.  Berikut pengertian perilaku organisai lengkap dengan penjelasannya.

Pengertian Perilaku Organisasi

Istilah perilaku organisasi merupakan terjemahan dari akta organizational behavior.

Perilaku organisasi adalah suatu bidang studi terapan yang mempelajari perilaku manusia dalam sebuah organisasi, baik manusia dalam kapasitasnya sebagai individu maupun sebagai kelompok, serta hubungan antara manusia lain dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi.

Sehingga, ada dua cara dalam memandang manusia dalam sebuah organisasi. Yaitu yang pertama manusia dipandang sebagai individu dan kedua manusia dipandang sebagai bagian dari kelompok. Ilmu perilaku organisai merupakan ilmu interdisipliner dengan memfokuskan pada psikologi sosial.

Pengertian perilaku organisai menurut para ahli

Berikut adalah beberapa definisi perilaku organisasi dari para ahli yang dapat memperjelas pemahaman anda.

Thoha (2014 : 5)

Perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek aspek tingkah laku manusia dalam sebuah organisasi atau kelompok tertentu.  Perilaku organisasi disini meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia, serta aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap aspek organisasi.

Timothy A. Judge (2008:11)

Perilaku organisai adalah bidang studi yang menganalisa pengaruh yang dimiliki oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku dalam organisasi., yang memiliki tujuan menerapkan ilmu pengetahuan semacam ini guna meningkatkan kefektifan suatu organisasi.

Fred Luthans

Perilaku organisasi merupakan pemahaman, prediksi, dan manajemen perilaku manusia dalam suatu organisasi. Tujuan praktis dari penelaahan dari studi ini yaitu untuk mendeterminasi bagaimana perilaku manusia mempengaruhi usaha pencapaian tujuan-tujuan organisasi.

Tujuan Mempelajari Perilaku Organisasi

tujuan mempelajari perilaku organisasi
static.vecteezy.com

Secara garis besar, tujuan mempelajari studi perilaku organisasi bagi seorang manajer adalah agar dapat mendeskripsikan, menjelaskan dan memprediksi serta mengendalikan perilaku manusia dalam organisasi sehingga tujuan didirikannya organisasi dan tujuan orang-orang yang terlibat didalamnya dapat tercapai secara optimal.

1. Mendeskripsikan Perilaku Manusia

Tujuan pertama mempelajari perilaku keorganisasian adalah agar mampu mengenali, mendiagnosis, dan menjelaskan kejadian-kejadian yang secara teratur dan prediktabel terjadi dalam sebuah organisasi.

Hal ini sangatlah penting bagi seorang manajer, karena bisa digunakan untuk mengidentifikasi masalah, menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam sebuah organisasi serta menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh para manager  di dalam organisasi.

2. Menjelaskan dan Memprediksi Perilaku Manusia

Tujuan kedua yaitu menjelaskan semua apa yang terjadi dalam organisasi dan apa segala kemungkinan serta akibatnya di masa yang akan dating. Hal ini berarti memprediksi masa depan organisasi tersebut dengan menggunakan kejadian masa kini sebagai indikatornya.

Bagi seorang manajer, pemahaman seperti ini sangat dibutuhkan karena dengan memahami apa yang sedang terjadi dapat digunakan untuk memprediksi hal-hal yang mungkin dapat terjadi di masa depan serta mengambil berbagai keputusan penting yang berguna bagi organisasi di masa mendatang.

3. Mengendalikan Perilaku Manusia

Tujuan ketiga yakni mengendalikan perilaku manusia atau individu dalam organisasi. Perilaku individu dalam organisasi dari berbagai latar belakang dan kepentingan yang berbeda harus diperhatikan. Artinya adalah perilaku yang disfungsional harus dihindarkan, sementara perilaku yang diharapkan perlu ditingkatkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Mengendalikan perilaku anggota dalam sebuah organisasi harus dilakukan secara hati-hati agar kedua belah pihak tidak merasa dilanggar hak-haknya.

Manfaat Perilaku Organisasi

  1. Perilaku organisasi berguna sebagai peta jalan untuk kehidupan individu dalam organisasi.
  2. Terlaksananya penelitian sistematis yang bermanfaat dalam memahami dan memprediksi kehidupan organisasi.
  3. Perilaku organisasi dapat membantu masing-masing individu dalam memahami perilaku mereka sendiri dan orang lain yang berada dalam satu organisasi, sehingga dapat meningkatkan hubungan interpersonal diantara individu-individu yang berada didalam organisasinya.
  4. Memudahkan seorang manajer dalam memahami dan mempengaruhi lingkungan dan kejadian maupun masalah yang terjadi di dalam organisasi.
  5. Mampu mencegah masalah-masalah dalam organisasi.
  6. Memberikan motivasi dasar kepada manajer untuk mengarahkan dan mengawasi karyawannya secara efektif dan efisien.
  7. Analisis perilaku organisasi juga sangat berguna dalam menjaga hubungan industrial.

Karakteristik  Perilaku Organisasi

karakteristik perilaku organisasi
image.freepik.com

Dalam mempelajari studi perilaku organisasi, dipusatkan dalam tiga karakteristik utama, antara lain :

1. Perilaku

Fokus pertama dari analisis perilaku keorganisasian adalah perilaku individu dalam organisasi, sehingga untuk memahami perilaku organisasi maka terlebih dahulu harus mengetahui perilaku berbagai individu di dalam organisasi.

2. Struktur

Struktur disini sangat berkaitan erat dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, seperti bagaimana pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi disusun, bagaimana pekerjaan itu diatur dalam bagan organisasi.  Struktur organisasi sangat berpengaruh besar terhadap perilaku individu dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut.

3. Proses

Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi tersebut mencakup komunikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan.  Salah  satu pertimbangan utama dalam menyusun struktur organisasi yang efektif adalah agar berbagai proses organisasi tersebut dapat dilakukan dengan efisien dan efektif.

Ruang Lingkup Perilaku Organisasi

Ruang lingkup perilaku keorganisasian pada dasarnya merupakan integrasi dari tiga konsep , yaitu perilaku individu, perilaku antar individu dan perilaku kelompok. Dimana ketiga konsep tersebut harus diperhatikan dan dianalisa secara mendalam dan benar.

1. Perilaku Individu

Pada level pertama, setiap kejadian akan dianalisa berdasarkan perilaku individu. Perilaku individu sendiri merupakan sebuah studi mengenai kepribadian individu pembelajaran, sikap, motivasi dan kepuasan kerja.

2. Perilaku Antar Individu

Perilaku antar individu merupakan studi yang dilakukan melalui interaksi antara anggota atau individu dalam sebuah organisasi, bagaiman kualitas kepemimpinan dalam organisasi tersebut, dinamika kelompok, konflik serta kekuasaan.

3. Perilaku Kelompok

Terakhir yaitu perilaku kelompok yang merupakan kumpulan dari segala individu. Pada level ini, semua kejadian yang terjadi dalam organisasi akan dianalisis dalam konteks organisasi. Seperti  mempelajari pembentukan organisasi, struktur organisasi dan efektivitas organisasi serta upaya-upaya kelompok yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.

Bidang Ilmu Lain yang Berkaitan dengan Perilaku Organisasi

Pada dasarnya, bidang ilmu utama dalam studi perilaku organisasi adalah ilmu psikologi. Namun karena ilmu psikologi memiliki keterbatasan dalam memahami dan menjelaskan perilaku manusia dalam organisasi, ada beberapa bidang ilmu lain yang sangat juga berperan dalam studi perilaku manusia dalam organisasi, antara lain psikologi sosial,  sosiologi, dan antropologi.

1. Psikologi

Psikologi adalah bidang ilmu pengetahuan yang  berusaha mengukur, menggambarkan dan terkadan dapat mengubah perilaku manusia. Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu yang memiliki peran penting dan sangat berpengaruh kuat terhadap perkembangan bidang studi perilaku organisasi.

Kontribusi bidang ilmu ini terhadap perilaku keorganisasian adalah meliputi  pembelajaran, motivasi, kepribadian, persepsi, pelatiuhan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu hingga penilaian kinerja.

2. Psikologi Sosial

Psikologi sosial merupakan cabang ilmu dari ilmu psikologi  yang mengkombinasikan konsep-konsep, baik dari sisi psikologi maupun sosiologi dan memfokuskan perhatian pada saling keterpengaruhan antara individu.

Kontribusi psikologi sosial terhadap perilaku keorganisasian mencakup : perubahan perilaku, perubahan sikap, komunikasi, proses kelompok, pengambilan keputusan kelompok.

3. Sosiologi

Bidang ilmu sosiologi menjelaskan mengenai sistem sosial dan interaksi manusia dalam suatu sistem sosial. Kontribusi bidang ilmu sosiologi terhadap perilaku keorganisasian adalah mengenai pemahaman perilaku kelompok didalam organisasi, seperti : dinamika kelompok, tim-tim kerja, kekuasaan, konflik, perilaku antar kelompok, teori organisasi formal, perubahan organisasi hingga budaya organisasi.

4. Antropologi

Bidang ilmu antropologi membahas mengenai interaksi antara manusia dan lingkungannya. Manusia hidup berkelompok dan memiliki kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang dianutnya, jadi organisasi memebntuk budaya tertentu untuk mempengaruhi pola piir dan perilaku anggota organisasi.

Sebenarnya kontribusi ilmu antropologi ini tidak terlalu besar, namun tetap saja dibutuhkan. Seperti dalam hal nilai komparatif, analisis lintas budaya dan bagaimana lingkungan organisaional.

5. Politik, Sejarah dan Ekonomi

Ilmu politik mempelajari mengenai perilaku individu dan kelompok di dalam suatu lingkungan politik. Sumbangsih ilmu politik terhadap perilaku keorganisasian yaitu dalam proses mempengaruhi, pengalokasian wewenangdan pengelolaan konflik.

Pada ilmu sejarah  membahasa pengetahuan dari  sejarah pemimpin pemimpin besar di masa lampau atas keberhasilan dan kegagalannya. Sementara pada ilmu ekonomi  menjelaskan perilaku individu saat mereka dihadapkan pada beberapa pilihan. Model ekonomi tersebut berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan.

Perilaku Individu dalam Organisasi

perilaku individu dalam organisasi

Pada dasarnya perilaku organisasi adalah hasil-hasil interaksi antara individu-individu dalam organisasinya. Sehingga untuk memahami perilaku organisasi dibutuhkan pemahaman terlebih dahulu mengenai individu-individu sebagai pendukung organisasi tersebut.

Individu membawa kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan dan pengalaman masa lalu yang merupakan karakteristik kedalam tatanan organisasi. Perilaku individu dalam organisasi akan terbentuk bila karakteristik individu berinteraksi dengan karakteristik organisasi.

Serorang individu dengan lingkungannya akan menentukan keduanya secara  langsung.  Keduanya memiliki karakteristik tersendiri dan bila keduanya berinteraksi akan menciptakan sebuah perilaku individu dalam organisasi.

Sifat Sifat individu dalam Organisasi

Salah satu cara untuk memahami berbagai sifat menusia adalah dengan cara menganalisa kembali prinsip-prinsip dasar yang merupakan salah satu bagian daripadanya.

Prinsip-prinsip dasar tersebut telah dikemukakan oleh Thoha (2007:36), adalah sebagai berikut :

  1. Manusia berbeda perilakunya, karena perbedaan kemampuan
  2. Manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda
  3. Setiap manusia akan berfikir tentang masa depan dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak
  4. Setiap manusia memahami lingkungannya dalam hubungannya dengan pengalaman masa lalu dan kebutuhannnya
  5. Setiap manusia memiliki reaksi-reaksi senang maupun tidak senang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *