Artikel

Langkah- Langkah dan Manfaat Perencanaan Karir

Contoh Perencanaan Karir – Karir merupakan hal yang amat penting bagi kehidupan seseorang karena bukan hanya berkaitan dengan sekarang saja, namun berkelanjutan...

Written by andra · 4 min read >
perencanaan karir

Contoh Perencanaan Karir – Karir merupakan hal yang amat penting bagi kehidupan seseorang karena bukan hanya berkaitan dengan sekarang saja, namun berkelanjutan selama rentang waktu dalam kehidupan seseorang tersebut.  Perencanaan karir yang matang akan membantu perjalanan karir seseorang terarah dan sesuai dengan harapan. Berikut adalah contoh hingga manfaat perencanaan karir.

Pengertian Perencaan Karir

Depdikbud ( Walgito , 2005 : 206)

Perencanaan karir meliputi hal-hal yang berkaitan dengan informasi tentang diri, mempertimbangkan alternative-alternatif dan memutuskan serta menetapkan karir yang paling sesuai.  Proses ini meliputi tiga aspek utama  antara lain :

  1. Pengetahuan dan pemahaman akan diri sendiri
  2. Pengetahuan dan pemahaman akan pekerjaan
  3. Penggunaan penalaran yang benar untuk dapat menentukan karir dengan tepat

Witko, Magnusson, Bardick & Bernes (2008 : 81)

Perencanaan karir adalah proses yang harus dilewati oleh setiap orang sebelum mereka melakukan pengambilan keputusan karir.

Antoniu , (2010:15)

Perencanaan karir individu adalah semua tindakan yang dirancang untuk membantu individu dalam menentukan pilihan dan perubahan tentang karir. Perencanaan ini merupakan tindakan yang rumit yang membutuhkan pemikiran sistematis dan hati-hati dalam merumuskan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Dari berbagai pengertian menurut beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perencaan karir adalah kegiatan seorang individu untuk mengembangkan karir dengan memilih dan memutuskan karir yang akan dicapai dengan memperhatikan peluang dan alternatifpilihan.

Dengan perencanaan karir, maka setiap individu akan mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri,  mempertimbangkan peluang karir alternatif , menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.

Tujuan Perencanaan Karir

tujuan perencanaan karir
academyclassblog.co.uk

Dillard (1985 :2-11) menyatakan, setidaknya terdapat empat tujuan dari perencanaan karir, antara lain :

1. Meningkatkan kesadaran diri dan pemahaman diri

Individu memahami dirinya secara sadar sehingga akan berpikir realistis terhadap dirinya untuk menerapkan perencanaan karir secara tepat. Hal ini juga dilakukan guna menghindari kekecewaan apabila terjadi kesalahan dalam perencanaan sehingga hidupnya akan terarah pada efisiensi.

2. Mencapai kepuasan pribadi

Kepuasan pribadi  memiliki makna dalam kepuasan fisik maupun psikis. Kepuasan ini dapat diperoleh dengan pekerjaan yang sesuai dengan minat, passion dan bakat serta gaji yang besar.

3. Mempersiapkan diri pada penempatan yang memadai

Setiap individu yang akan bekerja sebaiknya merencanakan dirinya secara khusus. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisa peta kemampuan diri kemudian menyesuaikannya dengan persyaratan pekerjaan.

Hal ini amat penting karena berkaitan dengan energi yang dikeluarkan berikut hasilnya. Pendekatan ini akan membantu individu menemukan karir dan individu akan cukup siap menerima karir tersebut.

4. Mengefisienkan waktu dan usaha yang dilakukan dalam berkarir

Tujuan perencanaan karir yang terakhir adalah memungkinkan individu secara sistematis memilih karir. Setiap individu dapat menggunakan waktu secara efisien untuk mempelajari diri sendiri dalam kaitannya dengan berbagai pilihan karir.

Manfaat  Perencanaan Karir

manfaat perencanaan karir
excellentstudent.co.ke

Perencanaan karir yang disusun dengan baik dan matang, akan dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang. Kesiapan dalam menghadapi karir kedepan menjadi keuntungan yang nyata.

Menurut Dillard (1985 : 203), beberapa manfaat dari perencanaan karir adalah :

  1. Pengetahuan dan pemahaman mengenai diri sendiri akan lebih meningkat
  2. Mengetahui berbagai macam dunia karir
  3. Cakap dalam membuat keputusan secara efektif
  4. Memperoleh segala informasi yang terarah seputar karir yang tersedia
  5. Cakap dalam memanfaatkan peluang karir yang sesuai dengan kemampuannya

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan karir memiliki banyak manfaat penting bagi perjalanan karir seseorang. Melalui perencanaan karir, seseorang akan mengetahui informasi peluang karir yang tepat bagi dirinya dan melatih dalam mengambil keputusan karir yang tepat untuk dirinya.

Selain bagi individu, perencanaan karir juga sangat bermanfaat bagi organisasi secara keseluruhan. Beberapa manfaat perencanaan karir bagi organisasi, yaitu :

  1. Mengembangkan karyawan yang dapat dipromosikan

Perencanaan karir mampu membantu dalam mengembangkan supply karyawan internal khususnya karyawan yang potensial.

  1. Menurunkan perputaran karyawan

Perhatian secara khusus terhadap karir individual dalam perencanaan karir yang ditetapkan akan mampu meningkatkan loyalitas pada organisasi tempat mereka bekerja.

  1. Mengungkap potensi karyawan

Perencanaan karir yang matang akan mendorong  para karyawan secara individual maupun kelompok menggali kemampuan potensial masing-masing untuk mencapai sasaran-sasaran karir yang diinginkan.

  1. Mendorong pertumbuhan

Perencanaan karir yang baik juga akan mendorong semangat kerja karyawn untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikin, motivasi kerja para karyawan dapat dipelihara.

Aspek Perencanaan Karir

Menurut Dillard (1985:131), bahwa perencanaan karir memiliki tiga aspek utama, yaitu “pengetahuan diri, sikap dan ketrampilan. Adapun indikator dari setiap aspek yaitu :

  1. Pengetahuan diri yang mencakup : tujuan yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan, persepsi realistis terhadap diri dan lingkungan
  2. Sikap yang meliputi : cita cita yang jelas terhadap pekerjaan, dorongan maju dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang dicita-citakan, memberikan penghargaan yang positif terhadap pekerjaan dan nilai-nilai, mandiri dalam proses pengambilan keputusan
  3. Ketrampilan mencakup : mengelompokkan pekerjaan yang diminati dan menunjukkan cara-cara realistis dalam mencapai cita-cita.

Langkah – Langkah Perencanaan Karir

langkah langkah perencanaan karir
studyrama-budget.com

Perencaan karir tidak bisa langsung terjadi seketika tanpa melalui proses. Dalam menyusun perencanaan karir yang baik harus melalui beberapa tahapan atau langkah-langkap penting. Langkah-langkah tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan karir.

Proses atau langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menyusun rencana karir adalah sebagai berikut :

1. Penilaian diri sendiri

Hal utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami diri sendiri secara detail. Mulai dari bakat, minat,  nilai-nilai diri , kepribadian , peluang-peluang karir, konsekuensi, hingga kendala karir.

2. Penentuan Tujuan Karir

Pengetahuan dari setiap individu mengenai kekuatan, kelemahan dan peluang dari dirinya menjadi landasan untuk mengidentifikasi tujuan karir. Pada tahap ini, individu menentukan representasi dari tujuan-tujuan karirnya dan konteks masa depan dalam bidang karir maupun pendidikan dimana tujuan tersebut diharapkan dapat terwujud.

3. Penyusunan Rencana

Pada tahap ini individu menyusun rencana dan menetapkan strategi untuk mencapai tujuan karirnya dalam konteks yang dipilih. Dalam menyusun suatu rencana individu harus menemukan cara-cara yang dapat mengarahkannya pada pencapaian tujuan dan cara yang paling efektif.

4. Melaksanakan Rencana dan Strategi yang Disusun

Pada tahap terakhir ini, tiap individu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan semua rencana tersebut. Pengawasan dapat dilakukan dengan cara membandingkan tujuan yang telah ditetapkan dengan konteks sesungguhnya di masa depan.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir

Menetapkan suatu tujuan dan membuat keputusan serta menentukan langkah-langkah yang hendak dicapai akan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor faktor tersebut bisa dari internal maupun eksternal individu.

Menurut W. S. Winkel & Sri Hastuti (2004 : 647-655) , Faktor faktor yang mempengaruhi perencanaan karir seseorang terbagi menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal .

Faktor Internal

  1. Nilai Nilai Kehidupan

Yakni ideal-ideal yang dikejar oleh seseorang dimana-mana dan kapan saja. Nilai ini menjadi pedoman dan landasan dalam hidup dan sangat menentukan gaya hidup.

  1. Taraf Intelegensi

Taraf intelegensi yakni taraf kemampuan untuk mencapai prestasi-prestasi yang  didalamnya berpikir memegang peranan dalam mengambil keputusan karir. Tinggi rendahnya taraf intelegensi seseorang akan berpengaruh apakah pilihannya baik dan efektif ataukah tidak.

  1. Bakat Khusus

Bakat khusus merupakan kemampuan menonjol di suatu bidang usaha kognitif, bidang ketrampilan atau bidang kesenian. Biasanya sekali terbentuk, bakat khusus akan menjadi bakat yang memungkinkan untuk memasuki berbagai bidang pekerjaan tertentu dan mencapi tingkat lebih tinggi dalam suatu jabatan.

  1. Minat

Minat merupakan kecenderungan pada seseorang untuk merasa tertarik pada suatu bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bidang itu. Orang yang berminat namun tidak memenuhi tuntunan kualifikasi dalam hal taraf intelegensi dan profil kemampuan khusus, akan sulit berhasil dengan baik.

  1. Sifat

Sifat merupakan ciri-ciri kepribadian yang bersama-sama memberikan karakter khas pada seseorang, seperti ramah, teliti, tertutup, pesimis , ceroboh dan sebagainya.

  1. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan informasi yang dimiliki mengenai bidang-bidang pekerjaan dan seputar diri sendiri. Dengan seiring bertambahnya umur dan pengalaman hidup, seseorang akan mengenali diri sendiri lebih akurat dan lebih menyadari keterbatasannya yang dimiliki. \

  1. Keadaan jasmani atau ciri ciri fisik yang dimiliki oleh seseorang

Faktor Eksternal

  1. Masyarakat atau lingkungan sosial budaya dimana seseorang tersebut dibesarkan.
  2. Keadaan sosial ekonomi daerah
  3. Taraf Sosial ekonomi kehidupan keluarga
  4. Orang orang sekitar yang tinggal serumah
  5. Pendidikan sekolah
  6. Pergaulan

Tahapan Perjalanan Karir

Secara umum, tahapan perjalanan karir seseorang dapat diklasifikasika menjadi 5 tahapan yang didasarkan pada usia, antara lain :

  1. Pertumbuhan ( <15 tahun)
  2. Penjajakan ( 15 – 24 tahun)
  3. Pemantapan (25 – 44 tahun)
  4. Pemeliharaan ( 45 – 65 tahun)
  5. Kemunduran ( >66 tahun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *