Artikel

KLASIFIKASI TANAH dan Penjelasannya LENGKAP

Di permukaan bumi ini terdapat bermacam-macam nama tanah yang diberikan oleh manusia pada tanah yang ada dalam berbagai daerah. Keberagaman tanah tersebut...

Written by andra · 6 min read >
KLASIFIKASI TANAH

Di permukaan bumi ini terdapat bermacam-macam nama tanah yang diberikan oleh manusia pada tanah yang ada dalam berbagai daerah. Keberagaman tanah tersebut didasarkan atas sifat fisik tanah ( warna, tekstur, struktur). Untuk mengenal lebih dalam tentang pengelompokkan tanah tersebut maka diperlukan ilmu klasifikasi tanah.

Pengertian Klasifikasi Tanah

Hardjowigeno  (2003) menyatakan klasifikasi tanah adalah ilmu yang mempelajari cara-cara membedakan sifat-sifat tanah satu sama lain, dan pengelompokkan tanah kedalam kelas-kelas tertentu berdasarkan atas kesamaan sifat yang dimiliki.

Klasifikasi tanah merupakan sebuah subjek yang dinamis yang mempelajari struktur dari sistem klasifikasi tanah, definisi dari kelas-kelas yang digunakan untuk penggolongan tanah, dan kriteria yang menentukan penggolongan tanah hingga pengaplikasiannya di lapangan.

Ilmu klasifikasi tanah dilakukan secara sistematis, mengikuti aturan dan menggunakan logika serta didukung oleh data yang jelas dan akurat.

Tujuan Klasifikasi Tanah

Tujuan umum dari klasifikasi tanah adalah menyediakan suatu susunan yang teratur (sistematik) bagi pengetahuan mengenai tanah dan hubungannya dengan tanaman, baik dengan produksi maupun perlindungan kesuburan tanah.

Adapun tujuan tujuan yang lebih rinci adalah sebagai berikut :

  1. Mengorganisasi atau menata tanah
  2. Mengetahui hubungan individu tanah
  3. Memudahkan mengingat sifat-sifat tanah
  4. Mengelompokkan tanah untuk menaksir sifat, penelitian dan mengetahui lahan-lahan yang baik.

Jenis Klasifikasi Tanah

  1. Klasifikasi Alami, Klasifikasi tanah yang dilakukan berdasarkan atas sifat tanah yang dimiliki tanpa menghubungkandengan tujuan penggunaan tanah tersebut.
  2. Klasifikasi Teknis, Klasifikai tanah yang dilakukan berdasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan tanah untuk penggunaan-penggunaan tertentu.

Kriteria Sistem Klasifikasi Tanah

Sistem klasifikasi tanah yang baik dan ideal harus mampu mengelompokkan tanah dalam satu kelas yang :

  • Isogenus – Tanah yang memiliki genesis yang sama
  • Isomorf – Tanah yang memiliki kenampakan yang sama
  • Isofungsi – Tanah yang memiliki fungsi sama dalam lingkungan
  • Isotropik – Tanah yang memiliki lokasi yang sama.

Macam Macam Sistem Klasifikasi Tanah

MACAM MACAM KLASIFIKASI TANAH
GEOLOGYIN.COM

Di Indonesia, sejak tahun 1975 terdapat tiga sistem klasifikasi tanah yang banyak digunakan oleh Lembaga Penelitian, Perguruan Tinggi, Dinas Teknis dan Teknisi di lapangan, antara lain :

  1. Sistem Klasifikasi Tanah Nasional (Dudal & Soepraptohardjo, 1957 ; Soepraptohardjo, 1961)
  2. Sistem Klasifikasi Tanah Internasional, yang lebih dikenal dengan nama Taksonomi Tanah (Soil Taxonomy, USDA, 1975;2003)
  3. Sistem FAO/UNESCO

Dari ketiga sistem klasifikasi tanah di atas, sistem taksonomi tanah  atau soil taxonomy yang dikembangkan oleh USDA  yang lebih banyak digunakan di seluruh Negara, termasuk Indonesia. Sistem klasifikasi ini memiliki beberapa keunggulan yaitu dalam hal penamaan atau tata nama, definisi-definisi horizon penciri, dan beberapa sifat penciri lain yang digunakan untuk menentukan jenis tanah.

Berikut adalah pemaparan sistem sitem klasifikasi tanah :

A. Sistem Klasifikasi Tanah

Sistem yang dikembangkan oleh Dudal-Soepraptohardjo (1957) ini merupakan sistem klasifikasi tanahg yang digunakan oleh Pusat Penelitian Tanah Bogor. Sistem klasifikasi tanah nasional relatif lebih mudah dipelajari, dimana tata nama dibuat sederhana dan mudah diingat. Sistem ini telah lama digunakan di Indonesia, sebelum digantikan sistem taksonomi tanah.

Pada dasarnya, sistem ini dibangun berdasarkan morfo-genesis tanah (sifat morfologi dan proses pembentukan tanah dari asal bahan induk tanah).  Sebagai contoh adalah Tanah organosol (tanah gambut) yang terbentuk dari bahan organic dan umumnya tergenang air. Sementara Tanah mineral tersusun dari bahan mineral (bahan).

B. Sistem Taksonomi Tanah

Sistem taksonomi tanah atau soil taxonomy (USDA) adalah sistem klasifikasi tanah yang dikembangkan oleh Negara Amerika Serikat. USDA  merupakan singkatan dari United States Departemen of Agriculture, yang merupakan sebuah lembaga atau departemen pertanian Amerika Serikat.

Sistem klasifikasi tanah menggunakan enam (6) kategori, yaitu :

  1. Ordo (Order)
  2. Suborder (Sub-Order)
  3. Group (Great Group)
  4. Subgroup (Sub-Group)
  5. Family
  6. Seri

1. Ordo Tanah

Kategori ordo tanah dibedakan berdasarkan ada tidaknya horizon penciri serta jenis atau sifat dari horizon penciri tersebut.

Contoh :

  • Horizon penciri : argilik, Kejenuhan Basa > 35% adalah Ordo Alfisol
  • Horizon penciri : argilik, Kejenuhan Basa <35% adalah Ordo Ultisol

Jadi, suatu tanah yang memiliki horizon argilik dan berkeenuhan basa kurang dari 35% serta mengalami perkembangan tanah tingkat akhir (Ultus) tergolong dalam kategori Ordo Ultisol.

Hardjowigeno (1992), mengemukakan 10 Ordo tanah dalam sistem taksonomi tanah USDA (1972) dengan disertai singkatan nama ordo tersebut, antara lain :

  1. Alfisol :  disingkat dengan nama Alf
  2. Aridisol :   disingkat dengan nama  Id
  3. Entisol :  disingkat dengan nama  Ent
  4. Histosol : disingkat  dengan nama  Ist
  5. Inceptisol :   disingkat dengan nama  Ept
  6. Mollisol :   disingkat dengan nama  Oll
  7. Oxisol : disingkat dengan nama  Ox
  8. Spodosol :   disingkat dengan nama  Od
  9. Ultisol :   disingkat dengan nama  Ult
  10. Vertisol :   disingkat dengan nama   Ert

2. Sub-Ordo Tanah

Kategori Sub-Ordo tanah dibedakan berdasarkan atas perbedaan genetik tanah. Misalnya adalah ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan : air, regim kelembaban, bahan induk utama dan vegetasi.

Khusus untuk tanah ordo histosol atau tanah organik, sub-ordo dibedakan dari tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya yaitu seperti fibris, hemis dan safris.

Contoh :

Tanah ordo  Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering disebut Udus, maka singkatan kata penciri kelembaban tersebut adalah Ud. Selanjutnya kata penciri Ud ditambahkan pada nama Ordo Ultisol yang telah disingkat Ult, sehingga menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo yaitu Udult.

3. Group (Great Group)

Kategori  Great Group Tanah dibedakan berdasarkan perbedaan-perbedaan pada :

  • Jenis
  • Tingkat perkembangan
  • Susunan horizon
  • Kejenuhan basa
  • Regi suhu
  • Kelembaban
  • Ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain, seperti : plinthite, fragipan dan duripan.

Contoh :

Suatu tanah yang bersubordo Udult memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut dengan Fragipan, yang disingkat  Fragi. Kata Fragi ditambahkan dengan pada Sub Ordo Udult, sehingga menjadi Fragiudult.

4. Sub Group

Kategori  Sub-Group dibedakan berdasarkan atas :

  • Sifat inti grup dan diberi nama Typic,
  • Sifat-sifat tanah peralihan ke great grup lain, sub ordo atau ordo lain, serta ke bukan tanah.

Contoh :

Tanah dari great group Fragiudult memiliki sifat peralihan ke sub-Ordo Aquult karena terkadang  terdapat pengaruh air, sehingga termasuk sub group Aquic, sehingga menjadi Aquic Fragiudult.

5. Family

Kategori Family dibedakan berdasarkan atas sifat-sifat yang penting untuk pertanian atau teknik, seperti :

  • Sebaran butir,
  • Mineral clay,
  • Regim suhu pada kedalaman 50 m.

Contoh :  Aquic Fragiudult, berclay (liat) halus, kaolonit, isohipertemik

Untuk  keterangan penciri Family dari tanah tersebut antara lain :

  • Susunan besar butir adalah berliat halus
  • Susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolilnit
  • Regim temperature adalah isohipertermik, yaitu suhu tanah > 22 derajat celcius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin < 5 derajat celcius.

6. Seri Tanah

Kategori Seri Tanah dapat dibedakan berdasarkan atas :

  • Jenis dan susunan horizon
  • Warna
  • Tekstur
  • Struktur
  • Konsistensi
  • Reaksi tanah dari masing-masing horizon
  • Sifat sifat kimia tanah lainnya
  • Dan sifat-sifat mineral dari masing-masing horizon.

Penetapan kategori seri tanah dapat menggunakan nama lokasi tanah tersebut pertama kali ditemukan sebagai penciri seri.

Contoh : Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinit, isohipertermik, Sitiung.

Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori seri tanah tersebut.

C. Sistem FAO/UNESCO

Klasifikasi tanah menurut FAO/UNESCO di kelompokkan menjadi beberapa jenis, kurang lebih terdapat 23 kelompok tanah.

Penjelasan dan Keterangan

Ordo Tanah

Definisi dari 10 ordo tanah menurut Hardjowigeno (1992), antara lain :

  1. Alfisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Alfisol merupakan  tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horizon bawah (horizon agrilik) dan memiliki kejenuhan basa tinggi yaitu > 35 % pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah.

Liat (clay) yang tertimbun pada horizon bawah tersebut berasal dari horizon di atasnya yang tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning, Latosol, bisa juga Podzolik Merah Kuning.

  1. Aridisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Aridisol merupakan tanah-tanah yang memiliki kelembaban tanah arid (sangat kering). Tanah aridisol memiliki epipedon ochrik, terkadang juga dengan horizon penciri lain. Padanan dengan sistem klasifikasi lama yaitu Dessert Soil.

  1. Entisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Entisol adalah tanah-tanah yang masih sangat muda yang merupakan tingkat permulaan dalam perkembangan. Pada Ordo Entisol ini tidak terdapat horizon penciri lain kecuali epipedon ochrik, albik atau histik. Kata Ent dari Entisol ini memiliki arti baru atau recent.

Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi lama yaitu termasuk tanah alluvial atau regosol.

  1. Histosol

Tanah yang tergolong dalam Ordo  Histosol adalah tanah-tanah dengan kandungan  bahan organik > 20% ( tanah berekstur pasir) atau lebih dari 30% (untuk tanah bertekstur lempung). Lapisan yang mengandung bahan organik cukup tinggi tersebut memiliki ketebalan lebih dari 40 cm.

Nama Histos memiliki arti jaringan tanaman. Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi yang lama yaitu tergolong tanah Organik atau Organosol.

  1. Inceptisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Inceptisol yaitu jenis tanah muda namun lebih berkembang dibanding Ordo Entisol. Biasanya Ordo ini memiliki horizon kambik. Tanah ini juga belum berkembang lanjut, sehingga sebagian besar dari tanah ini cukup subur.

Nama Inceptisol berasal dari kata Inceptum yang memiliki arti permulaan. Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi yang lama yaitu termasuk tanah Aluvial, Andosol, Regosol, Gleihumus, dll.

  1. Mollisol

Tanah yang tergolong dalam ordo Mollisol merupakan tanah dengan ketebalan pada epipedon lebih dari 18 cm yang berwarna hitam (gelap), memiliki kandungan bahan organik lebih dari 1% dan kejenuhan basa lebih dari 50%. Tanah ini memiliki agregasi yang baik, sehingga tanah tidak akan keras bila kering.

Nama Mollisol berasal dari Kata Mollis yang berarti Lunak. Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Chernozem, Brunize4m, Rendzina, dll.

  1. Oxisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Oxisol adalah jenis tanah tua dimana mineral mudah sekali lapuk tinggal sedikit. Mengandung liat yang cukup tinggi namun tidak aktif sehingga kapasitas pertukaran kation (KPK) rendah, yaitu kurang dari 16 me/100g.

Disamping itu, tanah ini juga banyak mengandung oksida-oksida besi atau oksida Al. Menurut pengamatan dan penelitian di lapangan, tanah ini menunjukkan batas-batas horizon yang tidak jelas. Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi tanah yang lama adalah termasuk tanah Latosol (Latosol Merah & Latosol Merah Kuning), Lateritik atau Podzolik Merah Kuning.

  1. Spodosol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Spodosol adalah tanah-tanah dengan horizon bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horizon spodik) sedang, pada lapisan atas terdapat horizon eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic).

Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Podzol.

  1. Ultisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Ultisol adalah tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat pada horizon bawah yang bersifat masam serta  memiliki kejenuhan basa pada kedalaman  180 cm dari permukaan tanah kurang dari  35%.

Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Podzolik Merah Kuning, Latosol dan Hidromorf Kelabu.

  1. Vertisol

Tanah yang tergolong dalam Ordo Vertisol adalah tanah-tanah dengan kandungan liat yang tinggi ( > 30%) di seluruh horizon, dan memiliki sifat mengembang dan mengkerut. Pada kondisi kering, tanah akan mengkerut sehingga  tanah pecah-pecah dank eras, sedangkan bila tanah pada kondisi basah akan mengembang dan lengket.

Padanan ordo ini dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit.

Horizon Penciri

Horizon penciri dapat dibagi menjadi dua bagian :

  1. Horizon Atas (Epipedon)
  2. Horizon Bawah (Endopedon)

Horizon Atas (Epipedon)

Horizon permukaan (≠ horizon A), bisa lebih tipis dari horizon A, namun juga meliputi horizon B.  Horison atas atau Epipedon terbagi  kedalam 8 kategori (Soil Survey Staff, 2003), yaitu :

  • Histik
  • Mollik
  • Melanik
  • Umbrik
  • Anthropic
  • Ochrik
  • Plaggen
  • Folistik

Horizon Bawah (Endopedon)

Horizon bagian bawah permukaan yang sangat dipengaruhi oleh proses biomikia dan geokimia, dan sangat penting dalam klasifikasi tanah.  Endopedon atau horizon bawah dapat dibagi menjadi 13 (Soil Survey Staff, 2003), antara lain :

  • Agrik
  • Albik
  • Argillik
  • Kalsik
  • Petrokalsik
  • Kambik
  • Gipsik
  • Natrik
  • Oksik
  • Sombrik
  • Spodik
  • Sulfuric
  • Plasik

Sifat Penciri Khusus

  • Konkresi
  • Padas (pan)
  • Fragipan (duripan)
  • Plintit
  • Slickenside
  • Selamput liat
  • Kontak litik
  • Kontak paralithik

Regim Kelembaban

  • Aquic :  tanah selalui jenuh air
  • Aridic atau torric :  tanah yang kering lebih dari 6 bulan ( apabila tanah tidak pernah beku). Tidak lembab lebih dari 90 hari atau lebih setiap tahun.
  • Perudic : CH setiap bulan selalu melebihi evapotranspirasi
  • Udic : tanah yang tidak kering 90 hari (kumulatif) setiap tahunnya.
  • Ustic : tanah  yang setiap tahun kering 90 hari (kumulatif) setiap tahun.
  • Xeric : hanya terdapat di daerah beriklim mediteran (non iso), setiap tahun lebih dari 45 hari berturut-turut di musim panas, dan lembab lebih dari 45 hari berturut-turut di musim dingin.

Regim Suhu Tanah

  • Mesic : suhu tanah rata-rata tahunan 8 – 15 derajat celcius
  • Thermic :  suhu tanah rata-rata tahunan 15 – 22 derajat celcius
  • Hyperthermic : suhu tanah tahunan rata-rata > 22 derajat celcius.

Demikianlah penjelasan klasifikasi tanah yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel di atas dapat menjadi referensi dan bermanfaat…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *