Artikel

Kelembaban Udara Adalah : Pengertian Hingga Faktor Pengaruh

Kelembaban udara adalah– Tingkat kelembaban udara cukup penting bagi kesehatan dan kenyamanan manusia. Udara yang dingin umumnya memiliki tingkat kelembaban yang lebih...

Written by andra · 4 min read >
pengertian kelembaban udara adalah

Kelembaban udara adalah– Tingkat kelembaban udara cukup penting bagi kesehatan dan kenyamanan manusia. Udara yang dingin umumnya memiliki tingkat kelembaban yang lebih rendah dibanding udara yang panas dan sebaliknya. Lantas apa pengertian kelembaban udara dan berapa tingkat kelembaban udara yang normal ?

Pengertian Kelembaban Udara

Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara terkandung uap air. Jumlah kandungan uap air yang berada dalam udara hanya bagian terkecil dari atmosfer.

Uap air tersebut merupakan zat air (H2O) dalam fase gas , dimana dapat terbentuk dari proses evaporasi air permukaan dalam siklus hidrologi. Uap air itu bersifat kasat mata atau tidak mampu dilihat oleh pandangan manusia dengan mata telanjang. Namun demikian, kelembaban udara dapat dirasakan terutama saat sedang atau setelah terjadi hujan, kabut atau embun.

Uap air yang berada di dalam udara hangat memiliki kandungan lebih banyak dibanding dengan uap air di dalam udara dingin.

Bila udara mengandung banyak uap air dan didinginkan, maka suhunya akan turun dan udara tidak mampu menahan lagi uap air sebanyak itu.  Maka uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Udara yang mengandung uap air sejumlah yang dapat dikandungnya dinamakan sebagai udara jenuh.

Meski dengan jumlah yang kecil, namun kelembaban udara memiliki arti yang penting, karena kandungan uap air di dalam udara merupakan salah satu indikator akan terjadinya hujan.

Jenis Jenis Kelembaban Udara

Kelembaban udara dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, adalah sebagai berikut :

1. Kelembaban Mutlak / Absolut

Kelembaban mutlak atau absolut adalah perbandingan kandungan uap air dalam setiap volume udara yang dinyatakan dalam satuan gram/meter3. Jadi, kelembaban mutlak yaitu jumlah uap air dalam satuan gram pada satu meter3 udara.

Misal : Dalam satu meter3  udara dengan suhu sebesar 250 C mengandung 15 gram uap air, maka kelembaban mutlaknya adalah 15 gram.

2. Kelembaban Relatif / Nisbi

Kelembaban udara relatif atau nisbi adalah perbandingan antara jumlah uap air aktual di udara dengan jumlah uap air yang dapat dikandung udara pada suhu tertentu yang sama.

Kelembaban relatif dapat dirumuskan sebagai berikut :

rumus kelembaban udara relatif

LR  = Kelembaban udara (%)

e  =  Kandungan uap air aktual di udara

E  =  Kemampuan maksimal udara dalam mengandung uap air

Contoh :

Dalam suhu 20o C, daya tamping maksimum udara untuk menyimpan uap air adalah 30 gr/m3. Sementara uap air yang terkandung dalam udara pada suhu yang sama adalah 15 gr/m3. Maka kelembaban relatifnya ?

contoh kelembaban relatif

Kelembaban relatif/nisbi secara langsung dipengaruhi oleh perubahan suhu udara yang terjadi.  Saat suhu udara naik, maka jumlah uap air yang dapat dikandung juga ikut meningkat sehingga kelembaban relatifnya turun. Dan sebaliknya, saat suhu udara turun, maka kelembaban relatfinya meningkat karena kapasitas udara menyimpan air berkurang.

3. Kelembaban Spesifik

Kelembaban udara spesifik adalah jumlah kandungan uap air yang terkandung dalam satu kilogram udara.

Pada umumnya, kelembaban spesifik tertinggi pada musim panas dan terendah pada musim dingin. Namun demikian, kelembaban spesifik pada daerah bermusim hujan dan kemarau, tertinggi musim hujan dan terendah musim kemarau.

Faktor yang Mempengaruhi Kelembaban Udara

faktor yang mempengaruhi kelembaban udara
oprak-we.blogspot.com

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelembaban udara, adalah sebagai berikut :

1. Suhu

Suhu adalah besar derajat panas dari suatu benda. Suhu merupakan faktor utama yang mempengaruhi kelembaban udara.

Bila suhu suatu udara tinggi, maka kelembaban udara yang terkandung  rendah. Begitupun sebaliknya, bila semakin rendah suhu udara, maka kelembaban udara yang terkandung juga semakin tinggi.

2. Tekanan Udara

Tekanan udara berbanding lurus dengan tingkat kelembaban udara.  Dimana semakin tinggi tekanan udara di suatu tempat, maka semakin tinggi pula kelembaban yang dimiliki pada udara tersebut. Hal ini disebabkan oleh tersedianya udara dalam jumlah terbatas.

3. Pergerakan Angin

Pergerakan angin juga tergolong faktor yang dapat mempengaruhi kelembaban udara, dimana keberadaan angin ini dapat mempengaruhi proses penguapan pada sumber air dan menjadi salah satu faktor dalam pembentukan awan.

4. Kuantitas dan Kualitas Penyinaran / Radiasi Matahari

Penyinaran atau radiasi matahari juga cukup mempengaruhi kelembaban suatu udara. Penyinaran matahari yang tinggi akan menurunkan kelembaban udara yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kandungan uap air pada udara tersebut.

Jadi, penyinaran matahari akan menghilangkan kandungan uap air di udara sehingga akan menyebabkan menurunnya tingkat kelembaban udara tersebut.

5. Vegetasi

Vegetasi dapat diartikan sebagai tumbuh-tumbuhan yang berada di suatu tempat. Bila pada suatu tempat memiliki kerapatan vegetasi yang tinggi, maka bisa dipastikan kelembaban udara yang dimiliki juga tinggi.

Hal ini disebabkan oleh adanya seresah yang menutupi permukaan tanah dengan rapat, maka mengakibatkan uap air terkunci di dalamnya. Begitupun sebaliknya, bila kerapatan vegetasi suatu tempat rendah, maka kelembaban udara di tempat tersebut juga rendah, karena serasah yang menutupi permukaan tanah tidak rapat atau jarang.

6. Ketersediaan Air

Ketersediaan air untuk kelembaban udara dapat diukur dari jumlah kandungan uap air yang berada di dalam udara.

Daerah yang memiliki ketersediaan air yang tinggi, maka akan memiliki tingkat kelembaban udara yang tinggi pula. Sedangkan tempat yang memiliki ketersediaan air yang rendah, maka tingkat kelembaban udaranya juga rendah.

7. Ketinggian Tempat

Tingkat kelembaban udara juga dapat dipengaruhi oleh faktor ketinggian tempat.  Pada tempat yang tinggi, udara akan terasa lebih dingin dibandingkan dengan udara pada tempat yang rendah.

Hal ini terjadi karena pada tempat yang tinggi lapisan udara semakin tipis dan renggang, sehingga tekanan udara semakin rendah. Jadi jumlah kandungan uap air di wilayah ketinggian lebih banyak dibandingkan dengan wilayah rendah.

Sehingga, semakin tinggi suatu tempat maka tingkat kelembaban udara juga semakin tinggi. Begitupun sebaliknya, semakin rendah suatu tempat, maka tingkat kelembaban udara pun rendah.

8. Kerapatan Udara

Kerapatan udara juga sangat menentukan tingkat kelembaban udara pada suatu tempat. Dimana semakin rapat udara di suatu tempat, maka tingkat kelembaban udaranya pun tinggi. Begitupun sebaliknya, bila kerapatan udara renggang, maka kelembabannya pun rendah.

Alat Ukur Kelembaban Udara

alat alat ukur kelembaban udara
iwayful.wordpress.com

Adapun beberapa alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah sebagai berikut :

Higrometer

Higrometer adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kelembaban  udara. Pada umumnya, higrometer dipasang di tempat penyimpanan barang seperti container.

Biasanya, alat ini digunakan untuk mengetahui tingkat kelembaban udara di suatu tempat  terutama bila tingkat kelembaban terlalu rendah, karena organisme lain seperti jamur yang akan muncul dapat merusak semua barang simpanan di container.

Pada alat Higrometer dilengkapi dengan dua skala, yaittu menunjukkan kelembaban dan suhu / temperatur. Pada skala kelembaban ditunjukkan dengan lambing h, sementara untuk suhu menggunakan derajat celcius.

Bentuk sederhana dari higrometer disebut psychrometer yang terdiri dari dua thermometer.

Higromter terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain :

  1. Higrometer Logam / Kertas

Higrometer logam atau kertas banyak digunakan untuk menunjukkan indikasi secara cepat saat terjadi perubahan kelembaban udara.

Higrometer logam atau kertas merupakan perangkat yang memiliki nilai sangat rendah, yang mana tingkat akurasinya terbatas dan biasanya memberikan hasil yang berbeda-beda meski telah menggunakan alat dan jenis yang sama.

  1. Higrometer Regangan Rambut

Higrometer regangan rambut memanfaatkan rambut manusia atau juga kuda yang telah dihilangkan lemaknya sebelumnya, kemudian dikaitkan pada pengungkit yang terhubung dengan jarum penunjuk skala sehingga nantinya dapat memperbesar atau direnggangkan.

Panjang rambut tersebut dapat berubah-ubah sesuai dengan kelembaban, serta perubahan panjang rambut mampu diperbesar secara mekanis atau diindikasikan pada skala atau dial.

  1. Higrometer Elektronik

Higrometer elektronik memanfaatkan kaca yang telah didinginkan serta mekanis optoelektronik untuk mengetahui kondensasi pada permukaan kaca. Alat pengukur kelembaban ini memiliki nilai akurasi sebesar 0,2 derajat celcius.

  1. Psikrometer

Psikrometer  merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengukur kelembaban relatif udara. Psikrometer tersusun dari dua buah thermometer yang merupakan komponen utamanya.

Pada thermometer pertama berupa thermometer bola kering yang berfungsi untuk mengukur suhu udara, sementara thermometer kedua yaitu thermometer bola basah yang berfungsi untuk mengukur suhu udara lembab atau jenuh.

  1. Thermometer Synth

Thermometer jenis ini merupakan jenis higrometer yang berguna untuk mengukur kelembaban udara yang terdapat di dalam suatu ruangan ataupun di luar ruangan.

Thermometer higrometer ini berfungsi dalam memonitor kelembaban udara yang terdapat di laboratorium, ruangan IT seperti ruangan server dan sebagainya.

Tingkat Kelembaban Udara Normal

Tingkat kelembaban udara di suatu tempat sangat penting bagi kesehatan dan kenyaman penghuninya. Di Negara tropis seperti halnya Indonesia, pada umumnya memiliki tingkat kelembaban udara yang relatif tinggi.

Namun demikian, tingkat kelembaban di dalam ruangan tidak sama dengan di luar ruangan. Tingkat kelembaban di dalam ruangan lebih mudah untuk berubah-ubah.

Untuk tingkat kelembaban udara yang normal yaitu dalam kisaran 45% – 64% ( RH atau Relative Humidity).

Bila suatu ruangan memiliki tingkat kelembaban udara di atas 65% (RH), maka virus, jamur, lumut, bakteri dan sejenisnya akan bertumbuh secara pesat. Lain halnya bila kelembaban udara di bawah 45% (RH), maka hal ini akan mengakibatkan kulit, tenggorokan, mata menjadi kering dan gatal, dan beberapa lain yang dapat membuat tubuh manusia lebih rentan terhadap penyakit.

Demikianlah pemaparan lengkap dari tingkat kelembaban udara. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *