Artikel

Pengertian dan Contoh Diferensiasi Produk

Contoh diferensiasi produk – Diferensiasi produk sangat penting bagi perusahaan sebagai strategi guna memenangi persaingan bisnis di pasar. Terdapat beberapa cara dan...

Written by andra · 5 min read >
contoh diferensiasi produk

Contoh diferensiasi produk – Diferensiasi produk sangat penting bagi perusahaan sebagai strategi guna memenangi persaingan bisnis di pasar. Terdapat beberapa cara dan strategi yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk menciptakan keunggulan dari produknya dibanding kompetitor. Di bawah ini adalah pengertian dan penjelasan diferensiasi produk.

Pengertian Diferensiasi Produk

Diferensiasi Produk (Product Differentiation) adalah sebuah proses atau upaya perusahaan untuk menciptakan suatu perbedaan pada produk atau layanannya dengan pesaing.

Proses tersebut melibatkan detail karakteristik setiap produk yang bisa dihargai oleh konsumen dan menjadikan produk tersebut sangat unik maupun berharga. Tujuannya adalah untuk memberikan penawaran terbaik dari para pesaing dan menguasai persaingan pasar.

Diferensiasi produk yang berhasil yaitu yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif produk di persaingan pasar karena konsumen melihat produk tersebut sebagai yang terbaik dan superior. Bahkan diferensiasi produk yang sukses dapat membuat konsumen ingin membayar  harga premium guna mendapatkan produk tersebut.

Pentingnya Diferensiasi Produk

Setiap bisnis harus mampu menawarkan produk yang berbeda dan spesial diantara pesaingnya. Hal ini dikarena terdapat ratusan produk baru yang masuk ke pasar setiap harinya dengan berbagai karakteristik.

Kehadiran para pesaing tentu akan membuat konsumen dihadapkan pada banyak pilihan produk untuk kebutuhannya. Untuk memenangkan hal ini, tentu perusahaan harus memiliki strategi  agar produknya terlihat menonjol dan dianggap spesial serta berharga dibanding produk-produk pesaing.

Sehingga diferensiasi produk sangat berperan penting disini guna menciptakan keunggulan kompetitif produk dibandingkan produk lain dan pada akhirnya membangun keputusan pembelian pada konsumen.

Strategi Diferensiasi Produk

strategi diferensiasi produk

Pada dasarnya, strategi diferensiasi  memfokuskan pada penciptaan nilai tambah pada produk. Semakin tinggi nilai yang perusahaan buat, maka semakin besar pula peluang keuntungan perusahaan tersebut.

Menurut Kotler (2007), strategi diferensiasi adalah suatu strategi yang mampu memelihara loyalitas pelanggan dimana dengan menggunakan strategi diferensiasi, pelanggan akan memperoleh nilai lebih dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.

Di bawah ini adalah strategi diferensiasi produk yang mudah, namun harus dijalankan dengan sangat cermat.

1. Memahami Konsumen

Pertama, dalam menentukan diferensiasi produk yaitu seorang marketing harus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai keinginan dan kebutuhan konsumen akan manfaat produk yang akan mereka gunakan.

Misalnya adalah, tujuan konsumen membeli handphone adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Pihak perusahaan dapat memberikan pemahaman yang berbeda bahwa produk yang mereka tawarkan akan memberikan perasaan pencapaian dan harga diri yang tinggi.

Sehingga dengan demikian, produk tersebut memililki keunggulan yang kompetitif di atas semua produk handphone yang dipasarkan.

2. Menjaga Konsistensi Kualitas Produk

Produk dengan kualitas tinggi belum tentu mampu memelihara loyalitas konsumen. Untuk itu, perusahaan harus secara konsisten meningkatkan kualitas atau menciptakan nilai tambah produk agar loyalitas konsumen terjaga.

Karena bila produk yang telah memiliki banyak konsumen kemudian mengalami penurunan kualitas, maka loyalitas konsumen akan menghilang dengan sendirinya.

3. Memberikan Informasi Kelebihan dan Keunikan Produk

Dalam memasarkan produk, seorang marketing harus mampu mengkomunikasikan keunggulan dan keunikan produk yang ditawarkan.  Nilai dan keunikan apa yang diberikan oleh produk tersebut terkait dari fungsi, fitur, harga, maupun layanan dukungan.

Bila konsumen tidak bisa menemukan keunggulan dan keunikan produk tersebut, maka konsumen tidak akan tertarik dan akan beranjak pada produk yang lain.

4. Memberikan Persepsi untuk Konsumen

Yang terakhir adalah fokus untuk menciptkan persepsi konsumen. Persepsi tersebut harus dapat mempengaruhi konsumen dan meyakinkan mereka bahwa penawaran produk yang dijual lebih baik dibanding produk-produk pesaing., serta tidak ada produk lain yang memiliki keunggulan serupa.

Menciptakan persepsi sangat penting dalam pemasaran karena nilai produk seringkali tidak dapat diukur secara tepat dan objektif. Sehingga dengan persepsi yang baik, konsumen akan lebih berpotensi memutuskan pembelian produk.

Cara Mendiferensiasi Produk

cara diferensiasi produk

Sebelum melakukan diferensiasi sebuah produk, perusahaan harus mempertimbangkan dahulu apa yang paling penting bagi konsumen. Selain itu marketing juga harus meneliti persaingan secara hati-hati dan mendalam. Hal ini agar dapat menjadi visi produk yang lebih besar.

Kemudian dari analisa-analisa tersebut perusahaan dapat memutuskan cara-cara yang tepat untuk membedakan produk yang akan dijual. Yang perlu diperhatikan adalah membuat produk berbeda namun tidak terlihat aneh.

Manfaat

  • Manfaat atau nilai apa yang dapat diperoleh konsumen bila menggunakan produk tersebut bila dibandingkan dengan produk pesaing ?
  • Masalah apa yang akan diselesaikan atau dipenuhi dengan pemakaian produk tersebut?
  • Bagaimana produk tersebut dapat membuat konsumen lebih mudah atau lebih baik ?

Contoh  Diferensiasi Produk : Produk tersebut adalah satu-satunya smartphone yang mampu mendeteksi cuaca dengan akurat pada daerah tertentu secara real-time. Hal ini akan sangat menggiurkan dan dibutuhkan bagi pekerja lapangan.

Desain

  • Apakah produk memiliki desain yang berbeda dan apa yang membedakannya dari produk pesaing ?
  • Kelebihan apa yang dimiliki dari desain produk yang berbeda tersebut ?

Contoh  Diferensiasi Produk : Produk sebuah jam tangan yang memilki bentuk desain dengan lingkaran ramping dan simple namun memiliki tampilan yang mudah dibaca dan berubah warna.

Harga

  • Apakah harga produk yang ditawarkan lebih rendah atau lebih tinggi dari harga produk pesaing ?

Harga harus merepresentasikan nilai keseluruhan manfaat dan fitur yang diberikan. Sehingga perusahaan berhak menyatakan harga  yang lebih tinggi namun produk yang ditawarkan harus memiliki kualias yang terbaik dan unggul dikelasnya.

Contoh Diferensiasi Produk :  Perusahaan mobil Ferrari yang memasang harga relatif tinggi untuk setiap mobil keluaran mereka dibanding mobil-mobil lainnya.

Kualitas

  • Apakah produk memiliki kualitas dan mutu yang terbaik dibanding produk-produk pesaing ?
  • Apakah produk yang ditawarkan memilki beberapa fungsi yang tidak dimiliki produk pesaing ?
  • Apakah produk yang ditawarkan terjamin mampu bertahan lama dibanding produk pesaing ?

Kualitas mengacu pada tingkat dimana produk yang telah ditawarkan memenuhi spesifikasi sasaran yang dimiliki. Dan ketahanan produk atau lamanya waktu usia manfaat dari produk tersebut harus diperhatikan oleh perusahaan agar konsumen tidak perlu berfikir kembali dalam memutuskan pembelian.

Keunggulan kompetitif suatu produk dapat menjadi bukti sebagai konstruksi  produk yang terbaik dan dapat diandalkan.

Pelayanan Pelanggan

Pembeda terakhir dalam produk adalah pelayanan kepada pelanggan. Manfaat maupun desain suatu produk mungkin ada yang mirip dan hampir sama dengan produk lain. Namun, seorang marketing dapat membedakan produk tersebut melalui pengalaman penggunaan produk.

Yaitu  dengan cara mengumpulkan tim pelayanan pelanggan yang professional guna menyusun dan meluncur pelayanan yang superior terhadap kebutuhan, permintaan dan ide pelanggan. After sales dalam sebuah bisnis merupakan hal yang sangat penting.

Memberikan pelayananan merupakan peran penting untuk memelihara hubungan baik dengan konsumen, dan pelayanan yang baik membuat pelanggan lebih loyal. Karena menjaga loyalitas konsumen terhadap produk lebih sulit dibanding hanya sekedar mendapatkan konsumen yang baru.

Syarat Dalam Melakukan Diferensiasi Produk dan Contohnya

syarat diferensiasi produk

Meskipun pada dasarnya diferensiasi adalah bagaimana caranya menciptakan perbedaan antara produk yang dijual dengan produk pesaing, namun pada pelaksanaannya tidak boleh sembarangan atau asal-asalan.

Diferensiasi produk tidak berguna bila nilai tambah yang diberikan sama sekali tidak dibutuhkan oleh konsumen atau bahkan hanya mendatangkan kerugian pada perusahaan.

Dalam hal ini, diferensiasi produk yang dilakukan dapat sebagai salah satu strategi perusahaan untuk menetapkan perbedaan dengan produk pesaing dan perbedaan tersebut harus memiliki nilai penting bagi konsumen.

Hermawan Kertajaya, seorang ahli pemasaran di Indonesia mengemukakan dalam buku mengenai tiga syarat dalam melakukan diferensiasi produk, yaitu sebagai berikut :

  1. Diferensiasi harus mampu membangun nilai tambah yang tinggi kepada konsumen

Dalam diferensiasi, suatu produk haruslah memiliki perbedaan dengan produk para pesaing, namun tidak cukup dengan asal beda saja. Perbedaan yang telah dimiliki harus mampu menawarkan makna dan nilai terhadap konsumen.

Nilai lebih yang dapat diberikan kepada konsumen dapat menjadi sebuah daya jual. Semakin tinggi makna produk yang ditawarkan, maka semakin baik pula produk dibenak konsumen.  Makna yang dimaksud disini adalah pengalaman pemakaian produk yang dirasakan oleh konsumen.

Contoh : Mobil Isuzu membranding dirinya sebagai mobil yang irit dengan menyebut sebagai mobil rajanya Diesel. Pernyataan ini secara bertahap akan membangun persepsi bahwa Isuzu merupakan mobil Diesel yang irit di dalam benak konsumen. Irit merupakan diferensiasi yang sangat jelas menawarkan nilai tambah bagi konsumen.

  1. Diferensiasi harus merupakan keunggulan diantara pesaing

Di dalam pasar, sangat jarang sekali ada produk tunggal yang tidak memiliki pesaing, bahkan hampir tidak ada. Untuk itu diferensiasi yang dilakukan oleh perusahaan harus memiliki nilai tambah yang unggul dan terbaik diantara semua produk pesaing. Sehingga produk tersebut memiliki posisi yang kuat dibanding dengan para pesaing.

Contoh : Obat batuk komix yang pada mulanya selalu dikemas dalam botol maupun tablet. Namun seiring dengan ketatnya persaingan Komix melakukan diferensiasi dengan menciptakan produk dengan kemasan sachet. Artinya obat batuk komix memudahkan para konsumen agar dapat mengonsumsinya kapan dan dimana saja.

  1. Diferensiasi harus memiliki keunikan

Keunikan dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berbeda yang menjadi ciri khas dan sulit untuk ditiru oleh pihak lain. Salah satunya dengan cara melakukan diferensiasi sebagai suatu sekumpulan sistem aktivitas yang saling terintegrasi satu sama lain. Artinya keunikan tidak hanya dalam produk saja, namun dalam semua atribut yang menunjang produk tersebut untuk unik dan tidak mudah ditiru oleh pesaing.

Contoh : Motor Honda yang bersaing dengan berbagai produk miliki Tiongkok. Namun Honda memiliki keunggulan dalam hal aktivitas jaringan pelayanan yang ada pada seluruh pelosok desa serta berbagai sparepart yang dapat dengan mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Hal ini dapat membuat Honda mampu bertahan didalam persaingan bisnis motor.

Penutup

Yang perlu diperhatikan dalam menjalankan diferensiasi produk adalah pengeluaran biaya yang besar, sehingga  diferensiasi ini harus menguntungkan bagi perusahaan.  Perusahan harus menyusun biaya yang akan dihabiskan untuk sebuah diferensiasi produk dan berapa harga jual yang tepat untuk produk tersebut agar mendapatkan keuntungan.

Demikianlah penjelasan beserta contoh-contoh diferensiasi produk dalam pemasaran. Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *