Artikel

Biomassa Adalah Pengertian, Kandungan, Dan Kegunaan

Biomassa adalah bahan biologis yang berasal dari organisme atau makhluk hidup yang tergolong memiliki kandungan seperti lignin, selulosa dan holoselulosa. Biomassa dapat...

Written by andra · 3 min read >
energi biomassa

Biomassa adalah bahan biologis yang berasal dari organisme atau makhluk hidup yang tergolong memiliki kandungan seperti lignin, selulosa dan holoselulosa. Biomassa dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif terbarukan. Untuk mengetahui lebih jelas, berikut uraian lengkap pengertian, kandungan hingga kegunaan biomassa.

Biomassa Adalah

Biomassa adalah suatu bahan atau material yang diperoleh dari makhluk hidup seperti tanaman, hewan maupun mikroban baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat dimanfaatkan sebagai energi atau sebuah bahan dalam jumlah yang besar.

Biasanya biomassa dapat diperoleh dari tanaman perkebunan , pertanian, hutan , peternakan, bahkan dari limbah. Biomassa adalah bahan-bahan organisme yang relatif muda (belum lama mati) yang berasal dari tanaman atau hewan, baik yang terbentuk dari hasil produksinya, sisa metabolismenya maupun limbah yang dihasilkan.

Biomassa juga merupakan satu-satunya sumber karbon yang dapat diperbaharui dan mampu diproses menjadi sebuah bahan bakar gas, cair  dan padat yang sangat baik.

Energi Biomassa

energi biomassa adalah

Energi yang berasal dari biomassa dapat disebut dengan energi terbarukan. Energi biomassa sangat beraneka ragam dan berbeda-beda dalam hal sifat kimia, sifat fisis, kadar air, kekuatan mekanis dan sebagainya. Disamping itu, teknologi konversi menjadi sebuah bahan dan energi juga sangat berbeda-beda.

Energi biomassa merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi), karena memiliki sifat yang menguntungkan, antara lain :

  • Dapat dimanfaatkan secara terus-menerus karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources);
  • Cenderung tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara;
  • Dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian.

Sehingga biomassa sangat efektif menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang sangat lama dan berkesinambungan (suistanable).

Bahan dasar pembentuk energi biomassa dapat digolongkan menjadi dua jenis, antara lain :

  1. Berasal dari hewan (mikroorganisme atau makroorganisme)
  2. Berasal dari tumbuhan yaitu tanaman sisa pengolahan atau hasil panen secara langsung.

Energi biomassa  tercipta karena adanya siklus karbon di bumi. Dimana, hampir sebagian besar unsur kehidupan, mulai dari tumbuhan, hewan hingga manusia memiliki unsur karbon yang pada dasarnya terus berputar. Dengan demikian, biomassa dapat dijadikan sebuah bahan bakar karena juga mengandung unsur karbon.

Kandungan Biomassa

kandungan dalam biomassa

Pada dasarnya kandungan utama biomassa adalah karbon, oksigen dan hidrogen.  Seperti komposisi dari berbagai jenis biomassa pada tabel di atas. Rumus kimia dari Biomassa diwakili dari Cx Hy Oz, dimana nilai koefisien dari x, y dan z ditentukan dari jenis biomassa.

Karakteristik Biomassa

Adapun beberapa sifat dan karakteristik penting pada biomassa yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

  1. Kadar air (intrinsik dan ekstrinsik)
  2. Nilai Kalori;
  3. Kandungan residu dan abu;
  4. Kandungan logam alkali dan rasio antara selulosa dan lignin.

Produk Biomassa

biomassa adalah

Biomassa dapat dikonversikan menjadi 3 jenis produk utama, antara lain :

  1. Energi panas dan listrik
  2. Bahan bakar transportasi
  3. Bahan baku kimia

Pemilhan jenis biomassa untuk dikonversi menjadi produk utama di atas, sangat berkaitan dengan sifat kimia dan sifat fisika yang dimiliki oleh biomassa tersebut. Sifat sifat ini adalah sifat yang terkandung dalam biomasssa yang menentukan pilihan proses konversi dan teknologi pengolahan selanjutnya.

Contoh  beberapa produk yang dihasilkan dari biomassa adalah sebagai berikut :

  • Limbah Pertanian

Ada berbagai macam limbah pertanian yang dapat dilolah menjadi bahan bakar alternatif. Misalnya jerami, ampas tebu, kotoran ternak dan unggas serta sumber lainnya. Sisa hasil pertanian tersebut bila diproses dengan teknologi yang tepat, maka akan menghasilkan energi biomassa yang berkelanjutan.

  • Biogas

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh proses anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya adalah kotoran manusia, hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.

Beberapa pemanfaatan biogas adalah sebagai energi alternatif bagi kendaraan, energi untuk keperluan rumah tangga, untuk memproduksi listrik, serta keperluan industry. Disamping itu, biogas juga dapat diolah kembali menjadi bahan bakar minyak yang lebih spesifik.

  • Tanaman Energi

Beberapa jenis tanaman energi dapat diolah menjadi energi alternatif yang cukup baik. Salah satu contohnya adalah mengolah atau melakukan fermentasi pada jagung, tanaman rami dan lain sebagainya. Beberapa produk yang dihasilkan adalah seperti butanol, etanol , methanol, propanol dan biodiesel.

  • Kayu

Kayu merupakan salah satu sumber energi yang paling umum yang dihasilkan dari proses pembakaran. Namun demikian, bila menggunakan kayu secara terus-menerus dan tanpa reboisasi, maka akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Dalam skala rumah tangga, kayu dapat dimanfaatkan untuk memasak. Sementara dalam skala yang lebih besar, kayu dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga uap.

Pemanfaatan Energi Biomassa

Untuk mengkonversikan biomassa menjadi sebuah bahan bakar, maka diperlukan teknologi untuk memprosesnya.  Ada beberapa macam teknologi yang bisa digunakan untuk mengkonversi biomassa. Teknologi dengan alat yang berbeda maka akan menghasilkan bahan bakar yang berbeda pula.

Secara umum, teknologi konversi biomassa menjadi sebuah bahan bakar terbagi menjadi tiga, antara lain :

  1. Pembakaran Langsung – Yaitu menggunakan teknologi yang paling sederhana karena pada teknologi ini biomassa dapat langsung dibakar. Namun demikian, beberapa biomassa perlu dikeringkan terlebih dahulu dan didensifikasi untuk kepraktisan dalam penggunaan.
  2. Konversi Termokimiawi – Merupakan teknologi yang membutuhkan keberadaan termal untuk memicu terjadi reaksi kimia dalam menghasilkan bahan bakar.
  3. Konversi Biokimiawi – Merupakan teknologi konversi yang memanfaatkan mikroba dalam menghasilkan sebuah bahan bakar.

Proses Konversi Energi Biomassa

  1. Biobriket

Briket adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengolah sumber energi biomassa menjadi bentuk biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur. Briket yang paling umum adalah briket batubara,namun sebenarnya tidak hanya batubara saja yang dapat dibuat briket.

Seperti pada sekam, aram sekam, serbuk gergaji, serbuk kayu maupun limbah-limbah biomassa yang lainnya. Pembuatan briket cukup mudah dan alat yang digunakan pun juga tidak terlalu rumit. Ada beberapa jenis mesin pengempa briket , mulai dari yang manual semi mekanis dan yang menggunakan mesin.

  1. Gasifikasi

Gasifikasi adalah sebuah proses konversi bahan selulosa dalam suatu reaktor gasifikasi menjadi bahan bakar. Gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar motor untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Gasifikasi merupakan salah satu  cara dalam penghematan dan diversifikasi energi.

Disamping itu, gasifikasi akan sangat memudahkan permasalahan dalam penanganan dan pemanfaatan limbah pertanian, perkebungan dan kehutanan. Ada tiga bagian utama perangkat gasifikasi antara lain : unit pengkonversi bahan baku menjagi gas (reaktor gasifikasi), unit pemurnian gas, dan unit pemanfaatan gas.

  1. Pirolisa (Pyrolisis)

Pirolisa atau pyrolisis adalah penguraian biomassa (lysis) karena (pyro) pada suhu lebih dari 150 0C.  Pada proses pirolisa, ada beberapa tingkatan proses yaitu pirolisa primer dan pirolisa sekunder.

Pirolisa primer adalah pirolisa yang terjadi pada bahan baku, sementara definisi pirolisa sekunder adalah pirolisa yang terjadi atas partikel dan gas/uap hasil pirolisa primer. Jadi, pirolisa adalah penguraian karena pemasanan sehingga keberadaan 02 dihindari pada proses tersebut akan memicu reaksi pembakaran.

  1. Liquification

Liquification adalah suatu proses perubahan wujud dari gas ke cairan dengan proses kondensasi yang biasanya melalui pendinginan atau perubahan dari padat ke cairan dengan peleburan. Atau juga dengan pemanasan atau penggilingan dan pencampuran dengan cairan lain untuk memutuskan ikatan.

Pada bidang energi sendiri, liquification terjadi pada batubara dan gas yang berubah menjadi bentuk cairan untuk menghemat transportasi dan memudahkan dalam pemanfaatan.

  1. Biokimia

Pemanfaatan energi biomassa yang lain yaitu dengan cara proses biokimia. Beberapa proses yang termasuk dalam proses biokimia adalah hidrolisis, fermentasi dan an-aerobic digestion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *